saatnya…

Posted in d-blog on July 4, 2009 by kembangbakung

menikmati dan meresapi yang sedang berlangsung dan dimiliki… sudah.
bukan untuk ditinggalkan atau dilupakan.. tapi udah terlatih dan terbiasa jadi ga usah dipikirin mekanismenya gimana.

sekarang…
saat untuk menghimpun harapan,… melihat dgn lebih jelas spec dari sesuatu yang diinginkan.
kali ini harus detail, soalnya sering kita cuma sembarang melontarkan keinginan tanpa memikirkan seberapa mungkin kita mencapainya – lebih parah lagi, sesudah itu ga merumuskan akan melakukan apa untuk sampai ke sana.

tahap pertamaku akan dimulai dengan berdialog. internally. dengan diriku sendiri, dengan-Nya.

A Date…

Posted in feature on July 1, 2009 by kembangbakung

hmmm… how nice to have a date… (again, after a long break of seeing guys)… :-)

mungkin karena usia dan pembelajaran… kali ini aku menjalaninya dengan kehati-hatian tanpa terkesan jaim;
menikmati setiap saatnya tanpa sempat kehilangan excitement; tidak berlebihan seolah inilah puncak keindahan dunia; tapi tidak biasa saja sehingga bisa kau samakan dengan keluar makan siang bersama kolega…

bagaimana pun kencan adalah bagian dari belajar… tentang teman di sisi kita, tentang menjajagi arah tujuan… tentang diri kita sendiri.
mungkin kita bisa berkilah bahwa ini hanya keluar makan biasa… jalan-jalan bareng biasa lepas kerja… tapi hati kecil akan berbisik… aku dan dia sedang sama-sama mencari.

ngobrol? hmmm…. topik apaaa saja maka jadi. tanpa tendensi apa-apa. hanya demi sebuah topik atau hal menarik bagiku atau baginya. berbagi. termasuk menu apa yang jadi temannya.

apakah akan berlanjut dengan kencan-kencan lainnya…? tak ada yang bilang harus. justru ketika kita menghargai saat ini dengan segala kekiniannya, setiap saat dalam kehidupan menjadi sangat berharga.

dan… setiap kencan seharusnya memberikan rasa bahwa kita berarti bagi orang lain.

how nice…

Mid Year Review, Individual Objective

Posted in d-blog, me on June 25, 2009 by kembangbakung

Aku baru aja pulang dari Balikpapan… Tugas kantor, ada workshop mengenai tinjauan tengah tahun untuk target-target departemen kami.

Sebelumnya, mo cerita sedikit… Aku, orangnya ternyata selalu bersemangat kalau diajak menyusun rencana awal tahun. Aku menganggap itu waktu yang tepat untuk memperbaharui segala hal. Termasuk ketika kepala departemenku mengadakan penyusunan rencana tahun ini, 2009. Dan di tahun ini, departemen kami menetapkan sebuah tema yang sangaaatt menarik, yang merupakan buah pemikiran (dan jeritan jiwa – kalau boleh dibilang) dari pengalaman ‘kerja keras’ yang ga ada habisnya selama ini,… yaitu Work-Life Balance. Aku jadi ingat, dan memang pantas untuk selalu diingat… di event awal tahun itu, kami diputarkan sebuah video dan rekaman suara dari anggota keluarga karyawan… Di awal video, ada sebuah slide menggambarkan kita berada di persimpangan jalan – ke mana kita akan memilih : kantor? atau rumah? Isi rekaman itu secara garis besar adalah tentang harapan supaya mereka yang kerja di kantor – terutama di departemenku – tetap ingat pulang (hehehe…) dan ingat kesehatan diri sendiri. Yea… departemen ini memang punya visi besar, misi mulia menjalankan fungsinya… tapi organisasi ini isinya tetap manusia,… yang punya banyak sisi untuk dirawat dan diperhatikan.

Maka, pada salah satu sesi workshop awal tahun tersebut, setiap peserta kemudian menuliskan 3 saja tujuan mereka dalam tahun 2009 ini untuk dicapai berkenaan dengan tema yang ditetapkan.

What did I write?

Objective saya 2009 / 1430 H

Besar harapan saya di awal tahun ini, karena waktunya merencanakan sesuatu dengan pikiran yang segar dan tenaga penuh… untuk mewujudkan hal-hal sbb :
1. Bekerja dengan lebih giat dan in formal working hours. Membatasi lembur. Keep in line dengan schedule kerja yang sudah ditetapkan. Tidak mudah terdistraksi.
2. Menyisihkan waktu lebih banyak untuk diri sendiri, melakukan olahraga, jalan-jalan keliling Indonesia, hunting foto, diving!, dan memulai proyek-proyek yang berkaitan dengan passion saya seperti menulis, bikin port-folio, membuka perpustakaan…
3. Menemukan pasangan hidup saya :-P (… atau ‘ditemukan’ ya?!). Syukur alhamdulillah kalau dia adalah teman yang cocok juga untuk berkegiatan luar ruang bersama, jalan-jalan, hunting, dlsb. Kalau sudah ketemu, sesegera mungkin menuju pelaminan, uhm… :-)

So….
Tengah tahun telah sampai… bagaimana aku menilai pencapaianku?

1. 70% – Ga seratus persen aku bisa pulang on-time, namun setidaknya load pekerjaan bisa lebih dikendalikan. Semoga bisa dipertahankan sampai akhir tahun, termasuk pada masa-masa peak order.
2. 70%:-) Alhamdulillah… lumayan banyak perjalanan yang aku lakukan. So far, am in the good mood for motret, udah diving lagi ke Bali kemarin, sudah nyampe ke Puncak Gunung Gede… dan sejumlah perjalanan kecil lainnya.
3. no significant progress yet… :-P well, masih ada setengah tahun untuk membuat perkembangan.

Looking… (back & for)

Posted in me on June 23, 2009 by kembangbakung

mungkin aku sudah mengalami kepanikan… dengan prioritas-prioritas hidup,… dengan pembenaran-pembenaran dari situasi yang subjectively “tidak berpihak” padaku…

padahal, bisa jadi, ini memang waktunya untuk melihat kembali kehidupanku

berandai-andai, berpuisi puitis… ternyata hanya pelarian semata. Seharusnya aku merunduk mengakui, to confess bahwa aku sudah kalah, ada yang salah, apa lah entah…

tapi aku tetap percaya koq… waktuku akan tiba

…dan mungkin tujuanku sudah bergeser dari titik mula. bukan lagi demi sebuah standar tradisi, tapi lebih individual spiritualistis… bahwa ini sebuah peribadatan selain menemukan ketentraman dalam relasi transversal…

menemukan dia…

Tuesday, Lunch Time : Re-visit

Posted in d-blog, me on June 16, 2009 by kembangbakung

An interesting day…

Most of people di departemenku pada males keluar kantor untuk makan siang. So, semua order bungkus masakan kaki lima belakang kantor… Good decision, ternyata hujan turun tepat pada jam makan siang.

There we were… sambil menyantap menu pilihan, kami mulai ngobrol hal-hal non formal. Keluarga, acara liburan, sampai akhirnya cita-cita pribadi. Tak menyangka… segala hal yang ada saat ini bener-bener sebuah bahan kesyukuran buat kami, … buatku.

Sedikit freak-out dengan sebuah kejadian yang menimpa seorang teman… Dunia yang terasa baik-baik saja ini ternyata menyimpan cerita-cerita kerdil dan memprihatinkan. Betapa beruntungnya aku duduk di sini, menimbang dan mencerna hal itu. Jadi buat apa aku mengeluh dengan kesulitan-kesulitan yang kuhadapi…? Itu semua tak seberapa ternyata…

Saling bercerita tentang pasangan masing-masing… Hahaha, ternyata adjustment itu proses yang cukup panjang dan berat ya… Buktinya, belakangan semakin banyak orang gagal dan menyerah dalam proses itu. Mereka-mereka yang bertahan memang pembelajar yang kuat, tekun dan sabar. It’s for the rest of your life… it’s true. Aku surprise juga… setelah beberapa tahun berlalu, proses itu tetap berlangsung. Apakah terus jadi mudah? Ternyata tidak, karena hidup sendiri menawarkan hal-hal unik setiap harinya… bahkan perubahan, termasuk perubahan pada pelaku-pelakunya. Konsep sederhana yang abadi.
Buat aku yang masih melajang… itu adalah sebuah pilihan cara yang lain untuk memaknai kehidupan. Tanpa menihilkan pilihan cara yang satunya lagi. Tapi, semuanya punya resiko-resiko… Tidak sama, tapi tetap menuntut keberanian dan keteguhan yang sama besar.

Cita-cita… masih ada berkait dengan topik pilihan hidup. Apakah kita sudah mengikuti the best passion in our life? Terkadang pilihan-pilihan hidup membuat kita melupakannya. Mungkin juga ini hanya karena manusia tidak pernah terpuaskan,… tapi toh di dalam hati kecil selalu ada bisikan yang memanggil-manggil kita untuk meraihnya. Mungkin hanya ingin sederhana… lebih sering memasak – daripada terus harus belajar dan jadi psikolog handal. Lebih punya waktu berbagi ilmu kecantikan, membuat orang lain jadi ikut cantik,… bukannya hanya jadi orang kantoran yang sadar penampilan dan selalu chic….
Hmmm… jadi aku mau apa? (Jadi ingat, kadang aku berbisik pada diri sendiri “Aku tidak ingin yang lain, tidak lebih, tidak kurang”) ; Apa iya semuanya sudah cukup bagiku?

Aku ga banyak bicara soal apa mauku… I’m figuring out :-) … but then, temen2 bilang “Elu tuh harusnya jadi kontributor foto… jalan-jalan…” … Waaaaahhhh^^, ya mau bangeddd laah… tapi aku baru sedang bermimpi nih. Dan mau terus menggenggam mimpi itu, sambil aku merintis jalur ke sana.. Yes, I will. That’s why I’m thinking and doing of travel a lot. Tetap saja bagiku masih banyak hal perlu dipelajari dan ditingkatkan… di luar sana, aku belum seberapa – ketika menurut teman2 yg asing dgn duniaku beranggapan aku akan mampu.

Ngobrol-ngobrol siang ini membuatku merasa hangat dan penuh kesyukuran… Sejenak melupakan penat dan berbagi dengan teman-teman tentang hal positif, melihat kehidupan dengan segala warna-warninya yang kaya.

Ketika aku sampai di sudut mushala… upf, aku teringat telah agak berjarak dengan-Nya. Terlalu sibuk aku dengan dunia. Kewajiban jadi hanya kewajiban… padahal, ketentraman itu ada di dekat sini. Betapa rindunya mendengar tajwid yang merdu… mendecap sepenuh harapan, hati dan pikiran…

Apa yang akan ada nanti… sebenarnya ridho-Nya saja yang memampukan…

{Sunshines} the Singles…

Posted in d-blog on June 16, 2009 by kembangbakung

Begitulah jalan kehidupan…
Tiga orang wanita kini menjalani hari-hari kesendiriannya… menjadi perempuan-peremuan lajang yang meneruskan tapak kehidupannya.

Maia, memilih meninggalkan pekerjaan, lingkungan yang menjadi akar pertemanan mereka. Baginya umur masih lagi panjang, masih banyak langkah ingin dibuat… sementara keterbatasan bukanlah halangan. Ia memecah kenyamanan dengan meninggalkan kebiasaan memiliki pendapatan sendiri dan kembali ke bangku sekolah. Baginya dunia terlalu indah untuk tidak dinikmati atau dihabiskan dengan keterkungkungan.

Daisy, … Memilih untuk lebih banyak melakukan perjalanan… mengunjungi tempat-tempat baru, berencana mengelilingi pelosok Indonesia, gunung dan laut… melihat lebih banyak, belajar lebih semangat dengan mengalami.

Jude,… sang pemimpi yang tak pernah menyerah. Tetap penuh energi dan percaya diri menjalani tantangan kejenuhan sehari-hari. Hingga tibalah suatu hari ia mendapatkan buah dari kegigihannya. Sebuah tiket perjalanan ke Perancis, negara yang menjadi cita-citanya untuk dikunjungi – di mana kekasih hatinya pun berasa. Terbayarlah perih membangun khayalan dari keterjagaan yang menuntut kesabaran.

Let’s find out what they will get…

Subhanallah…

Posted in d-blog, me on June 12, 2009 by kembangbakung

Nikmatnya menyebut nama-Mu…

Ordinary Mom

Posted in feature on June 11, 2009 by kembangbakung

Pukul delapan kurang sepuluh menit. Ia muncul dengan wajah tegang tapi tak bersemangat. Hei, it’s a new day. Lihat, aku menanti tantangan datang.

Angkat telepon, ia menjawab sekenanya. Telepon lain, ia berbohong bahwa dirinya sedang keluar kantor. Sedikit merutuk ia lanjutkan merapikan berkas dan menyusun katalog.

Seorang klien datang… Belum lagi si klien selesai menyampaikan maksut, ia menyambar “Yaaa, peraturannya memang begitu. Take it or leave it…”. Si klien langsung terdiam, takut-takut ia melirik ke arahku. Apa yang bisa kuperbuat – di sini dia yang punya kuasa.

Lagi,… telepon dari klien. Menjawab sekenanya. Tanpa basa-basi memberi solusi yang empuk. Huh! kesal aku mendengarnya… dimana penegakan service excellence? Apa tak ingat dia orang lain juga punya hati, rasa, kecemasan…

Mengomel lagi ia… diposisikan membuat keputusan… “Siapa gue?!”. Oh my God! Tidakkah kita ingin punya wewenang terhadap sesuatu? Tidakkah ia melihat itu sebagai peluang inovasi yang bisa ia cetuskan? Tidakkah ia punya ambisi untuk membentuk lingkungannya – bukan dikendalikan lingkungannya? Pesimist!

Jam makan siang…. Ah, ia berkata lembut kekanak-kanakan akhirnya… bicara di telepon kepada gadis kecilnya yang baru belajar bicara. Huh! pakai fasilitas kantor pula – kataku dalam hati. Eh, baby-sitter kena semprot. Instruksi keras ini itu tak ada ampun. Fiuhhhh…

“Gih, elu aja sana. Males gue hadir-hadir undangan begitu…”, katanya tanpa menghentikan kesibukan di meja, ketika aku mengajaknya menyambangi seorang kolega yang berulang tahun.

Sore, jelang usai waktu kerja. Ia buru-buru ingin segera selesai. Telepon masuk dibiarkan, malah ia kata-katai “Ih, udah sore ah,… besok aja…”. Asisten datang minta petunjuk lagi-lagi kena sindir sinis “Yaaa, masak lupa lagi gimana menindaklanjuti itu? Udah ah besok aja… makanya….” – dan masih serangkai kata-kata tegas dan pedas kunikmati dari kubik sebelah.

Akhirnya, menegurku … “Dear, gue duluan ya… jangan lama-lama di kantor ah!”

……

Aku pikir… ia cuma seorang Ibu yang rindu untuk segera pulang menemui anak-anaknya yang manis.

Bokek rejekian :-P

Posted in d-blog on June 11, 2009 by kembangbakung

Alhamdulillah…
kebeneran sekali banyak berkah… pada saat dompet udah tiris kering.. haha :D

Selalu ada rizki untuk orang-orang yang sabar …

{Sunshines} – At the Beginning…

Posted in d-blog on June 10, 2009 by kembangbakung

Hmmm… days gone by… and here they are now… 2004 seems like yesterday but everything changes in many ways.

These girls start to walk together on the days of bored working days. Seven of them…
Eve, a feminine, worry-girl with Hindustan’s face. She’s worry much on her relationship with a guy. It has already 5 years without any clarity on what will happen next
Ariana, a sweet ordinary girl, just doing her life as it should be… without being over-expecting
Daisy, a story-teller, in her journey to find the meaning of life
Crystal, a generous energetic woman with deep thinking that this world is about buy-and-sell
Maia, an artist, talented and blessed
Jude, an attractive girl, always has energy to cheer-up the world.
Moonlight, a high-tempered girl and party loving. Lay down her weakness only within this circle.

In all friendships there always be ups and downs… However they keep caring one another, each other…
Even though each are doing their very own way, they keep sharing life no matter how far the physical distances. They’re looking to have a moment to get together again… a reunion.

So, what life gives to them after all….?