Learn to Dive
February 23, 2008
Next month gue berencana berangkat mengambil sertifikasi pelatihan selam…
Sesungguhnya, rencana ini sudah pernah terlintas jauh-jauh hari sekitar 2 tahunan lalu. Namun banyak alasan yang membuat gue 2 kali gagal mendaftar. Utamanya sih karena biaya (tentu!) dan jadwalnya yang menurutku ‘ga pas’. Kalau akhirnya pada tahun ini sampai kejadian gue input nama di pendaftaran… sebenarnya lebih karena dorongan sesaat juga. Jadi pas banget moment last day of registration itu tiba di saat-saat gue lagi super sibuk dan panik dengan load pekerjaan. Gue sudah merasa exhausted dengan kerja, tenaga dan pikiran yang terpakai untuk hal-hal di luar diri gue sendiri… dan dalam sesaat gue memutuskan bahwa diriku berhak untuk berlibur dan beristirahat. Dan jadilah, gue menyerahkan uang pendaftaran! He he he….
Ternyata, makin hari, gue mengetahui bahwa diving is not that easy… dan bukan rekreasi yang bener-bener ‘lu tinggal ongkang-ongkang, tahu-tahu lu jadi refreshed‘ seperti misalnya kegiatan day-spa… soalnya rekreasi ini punya faktor resiko yang ga kecil dan seharusnya sih ga jadi masalah kalau memang kita sudah diperlengkapi dengan ilmu dan teknik yang baik. Ummm… teteup sih, there’s always mother nature which we have to deal with waktu melakukannya.
Well, gue engga menyesali keputusan awalku untuk meneruskan rencana pergi diving ini. But, gue akan cerita berbagai hal seiring dengan persiapan yang dilakukan… it’s gonna be fun!
Tinggal sebulan lagi ke hari keberangkatan… Tiba-tiba, gue diingatkan untuk mengisi Medical Statement yang harusnya sudah gue submit sebelum kemarin. hehehehe… It’s true, banyak sekali hal pribadi yang terlalaikan gara-gara kerjaan belakangan ini. Well, gue udah pernah nyoba ngisi sih sewaktu formnya gue terima, tapi belum lagi gue review. Sampai-sampai panitianya notice ada bagian yang gue salah mengerti dan salah kasi tick mark, yaitu di bagian pertanyaan apakah gue sedang dalam planning memiliki bayi alias hamil… yang gue salahartikan menjadi apakah gue berencana untuk hamil – di suatu hari nanti… hehehe…, please deh
…
Selesai urusan mendata fisik, seiring dengan submissionnya, tibalah setumpuk tugas… yang isinya text book tebel, sebuah suplemen berjudul “Dive Planner” lengkap dengan satu lembar bolak-balik berisi skala yang mengingatkan gue pada daftar unsur kimia waktu jaman sekolah menengah dulu… dan 5 keping vcd yang wajib gue pelajari sebelum terjun ke air! Waks?!!… serius banget ya. O iya, temen2 panitia malah udah kasi warning kalau materi textbook tersebut harus sudah dikuasai,… karena kalau engga, Operatornya ga akan mau bawa team kita praktikum open water ke lokasi yang katanya paling tob itu! dan artinya, buat yang ga nguasain materi tsb akan gagal dapet sertifikat! Waiyyaaaaaa….
Ok, ok,…. ga masalah, gue masih bersedia spare waktu luang untuk baca dan belajar teknik nyelem dah, instead of, musti dateng ke kantor dan lembur sampe malem!! Hehehehe…
Jadiiii… hari ini gue mulai dengan materi paling awal.
Tentunya ada introduksi bahwa diving adalah kegiatan yang fun, membukakan pintu ke dunia luar biasa yang belum kita kenal. Hmmm, promising banget… ^^. Setelah itu dimulailah dengan teori dan prinsip pertama tentang buoyancy. Heuh! Gue masih rada binun sama istilah less buoyant dan more buoyant… kayaknya ini prinsip kebalikan ya? Jadi inget waktu belajar fotografi dan mengalami kebingungan antara bahasa teknis “bukaan besar” dan “bukaan kecil” serta relasinya dengan kuantitas cahaya berkebalikan dengan speed shutter. euleeeeuh,… pusing dah! hehehe…
(Gue semakin mantep mo pergih! Karena bener-bener butuh hideaway dari rutinitas kerja yang makin padet aja). Nambah pelajaran berikutnya… bahwa tubuh manusia alaminya memiliki ruang udara yang given ada di telinga dan sinus. Kalau pakai perlengkapan selam, maka air space artifisial ada pula di bagian masker. Nah, area-area ini akan terpengaruh oleh tekanan air sekitarnya ketika menempuh kedalaman. Ini akan mempengaruhi kenyamanan tubuh sehingga harus rajin-rajin di-adjust. Prinsipnya, Semakin dalam suatu kedalaman perairan maka tekanannya semakin besar, yang mengakibatkan volume ruang udara menjadi semakin kecil. Pertambahannya terjadi setiap 10m atau 33 feet.
Entry Filed under: gue.banget. .
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed