jump to navigation

Lagi-lagi PUTIH… April 9, 2008

Posted by kembangbakung in beauty.
1 comment so far

Sedikit sharing,… Kali ini untuk yang memakai jilbab.

Bahan berwarna putih memberikan kesan yang bersih dan segar terhadap penampilan perempuan berjilbab. Terutama kalau sebelumnya biasa memakai bahan berwarna atau printed pattern.  Putih juga memberikan kesan tulus & innocent …. seperti penampilan siswi. hehehe…

Tips dariku…

  1. pilih bahan non-kilap namun cukup jatuh membentuk drappery yang cantik apabila ditata di pundak.
  2. Terapkan gaya klasik yang bisa dibentuk dari scarf bujur sangkar dengan sebagian besar bahan menutupi leher dan bahu (bukan dengan gaya singset pas leher)
  3. kenakan bersama atasan berwarna putih juga atau warna-warna pucat lainnya dan berikan kontras dengan bahan bawahan (if you choose 2-pieces) berwarna bold.
  4. Kalau memilih atasan putih, pastikan berada dalam tone putih yang sama dengan jilbabnya. Perbedaan tonal (walaupun bersih) akan menimbulkan kesan jorok.
  5. Untuk aksen, tambahkan broche kilap. Semakin besar bentuknya, akan semakin stylish.
  6. Kalau masih terasa monoton, kenakan bahan putih bermotif/tekstur, misalnya kotak-kotak atau pula bunga-bungaan.

Be classic!

 

 

Certified… enfin! April 6, 2008

Posted by kembangbakung in me.
2 comments

Alhamdulillah… ^^

akhirnya gue berhasil lulus kursus menyelam^^. Ternyata… menyelam itu asyik sekali. Selain juga pengalaman perjalanannya seru banget. (Gimana engga? 4 hari di Bali! hehehehe)

Jadi begini kisahnya… gue berangkat bersama 7 orang teman seperjalanan setujuan dari Balikpapan. Sesampainya di Bali, bergabung lagi 4 orang… dan kami menginap di Legian. Perasaan masih harap-harap cemas. Sepanjang perjalanan gantian bolak balik buka-buka buku teori. Saling konfirmasi ttg teknik menyelam, resiko-resiko kesehatan, dan saling bertanya-tanya… “duh, gue bisa ga yaaa…?” hehehehe

Selesai check in, makan malam sehat wal afiat di restaurant Jepang depan hotel. Ternyata di rombongan kami ada kurator kuliner, Mas Gharonk namanya… dan beraksilah dia dengan icip-icip dan foto-foto setiap menu yang dihidangkan. Peristiwa lucu malam ini,… ternyata ada yang ga bisa makan sushi dan sashimi.. begitu hidangan tiba ia kaget… “Lho, mentahan tho?!!!” hohohohoho… peace ah!^^

Hari pelatihan pertama… setelah sarapan kami dijemput 2 minibus dan dibawa ke sebuah cottage. Huaaaa… kami disambut tim instruktur keren-keren (jago selam gitu lho!) … dan langsung disuguhi quiz pagi! Fiuh!… gue salah dua euy! (temen2 bener semua). Setelahnya langsung pelajaran dan praktikum! hihi… Kami berduabelas dibagi jadi 3 kelompok kecil yang didampingi instruktur dan seorang asisten. Berhubung Jon, instruktur untuk gue, Dyah, Darma dan Deddy – adalah orang Inggris dan dia bangga sekali dengan tim sepakbolanya (ga ada hubungannya ya?hehe) maka dia menyebut tim kami Team England. Ken, si asisten yang orang Canada, berhubung kalah senior ya harus ngikut aja la ya. Dan dimulailah hari yang berat. Sungguh deh, di menit-menit awal gue pikir gue akan punya kesempatan untuk bisa memutuskan untuk DO aja dari kursus dan memilih pergi jalan2 kliling Bali daripada ngikutin macem2 teori dasar yg bikin frustrasi itu. Soalnya ternyata memakai perlengkapan selam itu sumpek bgt (tanpa menyebut aroma pakaian sewaan yg udah gonta-ganti pemakai dan kondisinya stengah kering karena emang banyakan kerendem daripada kejemurnya), udah gitu dilengkapi lagi tanki oksigen yang buerrraattttt dg selang2 pabalieut, sabuk pemberat, sirip yang bikin susah jalan, dan gue… sial bgt dapet snorkel yang ga pas di muka. Huh! Begitu masuk ke kolam latih, penyesuaian … ga berkurang juga susahnya. Miring2 ke sana ke mari, air membanjiri lubang hidung yg terjebak di dalam snorkel… dan musti ganti kebiasaan nafas dari hidung ke mulut. Blah! blah! blah!… Sungguh ribet!. Tiap kali gue mengalami keselek dan kemasukan air bawaannya pengen nimbul ke permukaan… Pak Jon langsung menghardik dengan bahasa Deni Manusia Ikannya… “Eits! no! no! no!… jangan keluar dari air. Ayo selesaikan dan biasakan dengan peralatanmu!” Buseeeeet dah!… Belakangan dia ngasi tau… apapun yg terjadi di dalam air, kita harus bisa menguasai keadaan di tempat karena menuju permukaan akan membahayakan diri dan jiwa! So…. bener, kuncinya adalah jangan panik!. Kunci kedua, ga kalah penting… dilarang menahan nafas! … soalnya, di seluruh dunia ini ga ada ikan yang nahan nafas di dalam air! hehehehe… bener juga! Tapi penderitaan hari pertama belum berakhir… masih mabok gue dengan pengaturan buoyancy (cieee…), udah disuruh keluar kolam dengan peralatan masih nempel lengkap dan berpindah ke sisi kolam yang lain. Nah, sekarang latihan bongkar pasang peralatan dan buddy-system. Tapi gara-gara keribetan di darat ini lah bikin kita makin merindukan buoyancy di dalam air. Bukan apa-apa… supaya bebannya ga kerasa. hehehe. Setelah break makan siang… masih ada beberapa latihan keterampilan dasar. Finning dengan peralatan lengkap, hovering, pasang buka masker di dalam air, bernafas dengan overflow udara… dan masih juga musti brenang bolak balik 10 kali! dan latihan water-trappen. Beres-beres pukul 5 sore, gue udah pucet pasi, pengen muntah! hihihihi…. Dan ditutuplah sore itu dengan badan pegel-pegel dan penyesalan bahwa udah salah banget kalo pengen liburan dengan ngambil kursus ini! hehe… Gue lupa, bahwa toh hari itu telah terlewati. Eh, belom ding… kita masih dipesenin menghafal semua teori karena besoknya ada ujian tertulis. AAaaarrrrgghhhhh, TIDAAAAK !!!

Day-2… bangun lebih pagi, otot dan sendi yang trauma, masih berasa kaku ketika kita udah harus berangkat ke ‘markas’ dive-operator. Sarapan sedapetnya (2 potong roti bakar tawar)… dan berangkatlah kami ke Sanur. Sampai di sana udah disambut tampang-tampang ganteng para instruktur… jadi lupa sama penderitaan sehari sebelumnya ^^. Setelah upload beberapa perlengkapan, kami dibawa ke sebuah boat yang mangkal di pantai Sanur… “Blue Ocean 2″ namanya. Heeee,… beneran langsung ke laut ya?! Beneran ternyata… sambil menuju ke titik penyelaman, kami mulai mengenakan perlengkapan (Hoho… udah musti bisa masang tanki sendiri. Cool, eh?). Seneng banget, ternyata buat gue disiapin sebuah hood (karena biasanya gue ber-hijab). Lebih seneng lagi karena gue langsung, ga pake ba-bi-bu penolakan, mempraktekan terjun backward dari perahu (padahal, sumpah deh, muter balik di kolam renang aja gagal mlulu) hehehe… thanks to regulator! Tapi kondisi gue pagi itu agak kurang fit memang, rasanya mabok, ditambah lagi ngapung kena gelombang ga karu-karuan. Untungnya segera disuruh meluncur turun ke dasar laut. Hari ini kami diajak ke 8 meter di bawah permukaan. Hiiiiy…. pengalaman pertama, masih juga gue kepikiran untuk cari jalan singkat menuju ke permukaan kalau panik. Untungnya it’s only in my mind dan gue berusaha mengalahkan diri gue sendiri supaya ga kepikiran dengan melihat-lihat kiri kanan. Di bawah sini … dada rasanya agak sesak – karena tekanan air, ya? Baru pertama kali ke bawah bersama temen2 jadi kita bergerak bersamaan… salah seorang temen musti bergerak lebih pelan karena ada sedikit masalah equalizing. Sampai di bawah, rupanya ada latihan keterampilan yang kemarin udah dikasi teorinya di kolam. Kejadian lucunya… karena ada arus, kami para newbie ini masih ga kontrol. Walopun udah bersideku di dasar, tetep aja suka keseret arus ke sana kemari. Instrukturnya sampe musti mindahin dan menahan kita supaya ga melayang ke mana-mana. Bahkan sampe dicingcing… Hahahahaha XD… Setelah beberapa latihan trus kita diajak keliling2 di perairan sekitar. Sambil latihan finning dan ngatur buoyancy yang stabil. Susyaaah… begitu diisi ga taunya melayang ketinggian. Begitu dikempesin (ga kira2 sih!) kandas di dasar. hehehe… Ternyata itulah sebabnya kita diajak ke spot yang memang ga terlalu bagus habitatnya ini … udah kebaca kalau masih suka nabrak-nabrak dan kandas di sembarang tempat – padahal penyelaman yang sebenernya harus sadar lingkungan, ga boleh merusak. Walopun demikian, ada sih beberapa ikan-ikan cantik dan lucu… Gue ketemu batfish beraksen kuning, so close to me!^^… Apa ya yang ikan-ikan pikir tentang manusia yg pengen jadi kayak mereka ini?

Ga kerasa udah stengah jam aja di bawah permukaan… Dan permukaan laut adalah tempat yang gue benci! karena gue harus deal dengan ayunan ombak. Eneg gue kambuh lagi. Banyak gas juga dalam pencernaan gue (hehe, udah dibilangin jangan banyak2 makan kacang!). Sialnya masih harus latihan  orally inflate BCD, …. jadilah gue kelelep dengan volume air asin yang ga nanggung2. BT! Untungnya abis itu latihan towing bareng si buddy. Santai dikit deh. Belakangan gue baru tau kalau ketidaknyamanan gue disebabkan jg oleh BCD belt gue sering loosen ga ketauan.  Well, begitu sampai di boat, gue memutuskan untuk istirahat diem-diem dan memandang horizon (begitu tips dari buku OWD ^^) untuk mengurangi mabok. Beneran gue mabok. Beberapa kali ‘nembak’ … cairan, ga ada isi. Hmm, gara-gara sarapan ga bener nih. Awak perahu pada ngetawain gue. Bodo ah… Temen2 pada ngajakin terjun ke air yang katanya bisa ngurangin mabok. No thanks, guys. Enakan merem, tidur ayam, nikmatin silir angin. Sambil mengamati kesibukan di boat. Seru banget! Beberapa instruktur ini ternyata juga masih dalam rangka pelatihan, jadi mereka pun harus menuruti perintah Mister Jon untuk melengkapi beberapa requirement seperti brenang beberapa meter bolak-balik, dst, dsb. Seneng aja, banyak hal baru gue dapet dari pengalaman boatingnya sendiri. Termasuk mengamati karakter orang2 di perahu ini. Aaaah, Bali is really a heaven. Semua karakter punya kesamaan, ekspresi liburan! hihihi (ya iya lah). Pulang dari penyelaman, waktunya makan siang di markas operator. Setelah makan, kami diberi ujian tertulis dengan soal-soal yang cukup banyak… pffftt. Serunya, result langsung diumumkan dan ada pembahasannya segala. Tujuannya memang untuk pembekalan calon divers, jadi teori ga sekadar untuk dihafal dan dapet nilai bagus.

Day-3. Inilah hari kursus kami terakhir. Konon, kalau pembekalan di hari-hari sebelumnya dianggap sudah dikuasai, instructors akan membawa kami ke spot terbaik di Pulau Dewata. Sebaliknya kalau dianggap kami belum cukup menguasai semua teknik, akan diarahkan ke spot yang tidak terlalu beresiko. Ternyata… ^^ kami dinilai baik… jadi, trip hari ini kami berangkat ke Tulamben! Senaaaaangngngng… Gue tentu saja udah ga mau rugi dua kali. Malem sebelumnya gue makan sehat dan cukup, istirahat cukup, dan pagi hari gue sarapan dengan benar. kumplit! hehehehe. Ternyata untuk sampai ke titik penyelamannya sendiri perlu ditempuh 2 jam perjalanan. Beberapa temen langsung ambil posisi tidur begitu masuk mobil. Yang lain, selain ngobrol tentunya menikmati pemandangan di sepanjang perjalanan. Bagus banget! Melewati scenery Nusa Penida, Gunung Agung… dan perpaduan tebing tinggi, sawah terasering yang langsung terbuka ke pantai. Wuaaaaaa….

Sesampainya di tujuan… ternyata kami ga naik ke boat seperti kemarin. Daerah penyelaman cukup dekat dari bibir pantai. Dan di sana ternyata sudah banyak grup-grup penyelaman yang lain. Again, briefing sebelum nyemplung sambil menunggu perlengkapan diturunkan dari kendaraan (Alamak! wanita-wanita Bali ini kuat kaliii!! Tanki segitu beratnya cukup dijunjung di kepala, pake nenteng equipment bag pulak!!). Ternyata, masih juga kami harus menempuh beberapa tes teknis. Kepala tim gue emang orangnya jahil. Dia janji-janji palsu bahwa tidak akan ada tes lagi… ya sudahlah! Kali ini persiapan lebih lancar, mulai dari masang peralatan sampai pemeriksaan pre-dive udah berjalan lebih mengalir. Di Team England terjadi pertukaran buddy, kelihatannya akselerasinya lebih pas. Ada benernya, akan lebih nyaman kalau buddy kita bisa sejajar dan berada di kecepatan yang sama. …

Menuruni slope Tulamben (terutama buat pemula… hehehe) memberi kesan yang luar biasa! Waktu itu beruntung sekali kami turun pada saat belum terlalu ramai. Jarak pandang masih panjang dan bersiiiih, biru jernih! Di sini lebih banyak warna! lebih hidup dengan lebih banyak jenis makhluk laut… dan ‘ornamen’ lainnya. Tentu saja… yang paling menakjubkan adalah bangkai kapal logistik AS yang sudah bertahun-tahun jadi rumah bagi hewan laut besar dan kecil! AmazinG! Kami melintas di sana setelah lima belas menit ujian skill. Sambil menunggu pun di sekeliling udah bisa ketemu ikan-ikan kecil warna warni dan lincah. Juga rumput laut dan koral. Kami digiring berkeliling sambil terus diawasi kemampuan renangnya. Rupanya keseimbangan harus terus dikontrol karena tiba-tiba gue bisa jadi terlalu mengambang ke permukaan atau hampir kandas lagi di dasar, hehehe. Alhamdulillah tuh, gue udah lebih lancar, apalagi kalau space renangnya lega begini,,, uhuuyy… meluncur dan melesat terussss…. Gue makin impressed aja sama Mister Jon ini, dia kelihatannya ga perlu usaha banyak untuk menyeimbangkan diri untuk melayang. Bahkan dia bisa berenang dengan gaya membelakangi arah, supaya tetap bisa mengawasi kami bergerak maju! I wanna be a master like him deh! hehehe… Setelah kira-kira setengah jam, kami mengakhiri penyelaman dan makan siang di pantai. Bener-bener ga kerasa deh kalau kita udah keliling-keliling selama itu. Tapi rupanya kapasitas tanki hanya cukup untuk durasi sepanjang itu. Well, lumayan juga sih istirahat. Bernafas dengan regulator bikin mulut dan kerongkongan jadi kering juga lama-lama. hehe. Gue menyiasatinya dengan meludah di regulator (gue inget kata2 pendahulu gue, even kalau mau throw up, lakukan saja dengan regulator terpasang.. hehe. thanks to Ami) .., tapi ya sebanyak-banyaknya ludah ga bisa kayak neguk air kan? hehehe…

Habis makan, masih ada satu keterampilan lagi, baca kompas underwater. hehe… prinsipnya sama aja deng… Setelah gear terpasang kami turun lagi ke shipwreck dari arah yang berbeda. Wuih, kali ini perairan sudah lebih sibuk. Ada yang sedang taking photo di bawah sana. Aaaa… underwater casing-nya itu lhoooo, bagus-bagus!! mupeng! mupeng! mupengngngng!…. Demi penyelaman terakhir sebelum akhir masa liburan kali ini, puas-puas deh kita menikmati pemandangan sekeliling. Gue ketemu seekor ikan pari lagi nemplok di dasar berlumpur. Ada juga ikan lucu (sebangsa wraasefish) yang terus mengintili Mister Jon di kakinya. Gara-gara jarang mandi, kali? hehehe, peace Jon!… Sayangnya gue ga terlalu beruntung untuk bertatap muka dengan seekor baraccuda penghuni areal itu, yang ternyata, kata temen2 dari grup lain, beliaunya bersembunyi di salah satu celah kapal. Cool! Dan berakhirlah penyelaman hari itu setengah jam kemudian. Mister Jon senyum-senyum gembira dan bilang kalau dia puas dengan hasil pelatihan ini. Pulang ke Sanur, perjalanan terasa sunyi… semua kecapekan atau masih berkhayal masih ada di dalam laut… ? Setiap orang tenggelam dengan keasyikan masing2. Menyesal sih sebenernya… keasyikan ini harus berakhir, justru pada saat kita baru menemukan sisi serunya menyelam. huhuhuhu…

Di pangkalan, kami langsung ‘wisuda’ … mengisi beberapa form, mengisi log book pertama kali! ^^… dan closing program.. Jon memberi wejangan ini itu, supaya kita selalu aware thd limitasi fisik kita, menguasai keadaan, dan enjoy di setiap penyelaman. Well, sama aja kayak naek gunung kali ya, di manapun be yourself tapi ga boleh sompral… hahaha… waspadalah! Setelah foto bareng, ha ha hi hi,.. kami pamit dari Sanur dan langsung merayakan dengan makan malam a la mafioso (hehe makan Itali kaleee maksutnya) di Seminyak. Ada beberapa temen yang agak murung karena kelulusannya diberi catatan khusus, berupa keterampilan2 yang harus di-assess ulang oleh operator resmi. Tapi most of isi obrolan adalah sharing apa-apa aja yang dilihat di Tulamben tadi siang, kelucuan-kelucuan yg terjadi waktu tes, dan rencana-rencana untuk pergi menyelam berikutnya…

I am falling in love with diving… sooooo much!^^…