jump to navigation

[1st time] Nyetir ke Puncak + Mogok! March 27, 2009

Posted by kembangbakung in d-blog.
add a comment

Yah begitulah… pertama kalinya mnyusur jalur Puncak eeeh, malah bonus pula mobilnya mogok!

Ceritanya pagi hari Kamis itu aku dan 2 orang teman pergi ke Gunung Mas ber-tea walk sambil hunting foto. Begitu pukul 08.30 kami keluar dari track, arah Puncak-Jakarta sudah tutup. Kami melanjutkan hunting ke tempat lain, sebuah taman bunga. Sampai tengah hari kami memutuskan untuk beristirahat ddi restoran taman. Selesai makan siang ternyata jalur ke Jakarta belum buka juga. Akhirnya kami bergabung dengan barisan kendaraan yang berliku-liku memeluk Gunung Mas.

Gara-gara kelamaan antri, mobilku overheat! Kami menepi di Cibogo untuk mendinginkan radiator. Kira-kira 2 jam temperatur akhirnya sampai di batas bawah. Setelah mengisi kembali, barulah kami bisa melanjutkan perjalanan. Jalur ke Puncak sudah ditutup. Di jalan tol kami menyaksikan antrian kendaraan yang bersiap berlibur ke arah Puncak dan Bogor. Luar Biasa. Yang pulang ke JAkarta pun penuh dan macet. Alhamdulillah kami bisa lepas dari kemacetan tersebut karena tujuan kami adalah pulang ke Bogor.

Usut punya usut, itu radiator ternyata mengalami crack. Lengkap sudah penderitaan! Yang rencananya tengah hari sudah sampai Bogor baru sampai menjelang magrib. Yang rencananya tabungan mau dipakai untuk belanja harus dialokasikan untuk reparasi.

Nasib.

open new chapter March 21, 2009

Posted by kembangbakung in Uncategorized.
add a comment

Seberapa sering kita enggan untuk memulai…? mencoba …? … kemudian gagal, lalu memulai lagi…? Betapa dalam keadaan demikian kita selalu ditemani kekhawatiran… bukan sekadar malas untuk keluar dari comfort zone.

Ketika dulu pertama akan melangkah dan memikirkan resiko, bisa saja kita justru sangat optimis dan bahkan berkata… “Aku sudah tahu rasanya gagal. Jadi, sakit sekali lagi apalah susahnya?”. How brave!

Teman,

Hari ini adalah hari yang cukup bersejarah untukku… Aku, memulai langkahku… lagi. Setelah jatuh dan jatuh berulang kali.

Aku ingin sedikit berbagi saja… rasanya berada diĀ fase itu. Saatnya bangkit dari kegagalan… Melawan diriku sendiri untuk menjadi lebih berani. Tentu saja banyak kekhawatirkan. Tapi yang paling parah adalah aku menyangkal kenyataan yang sudah berteriak saking jelas dan eksplisitnya pesan yang disampaikan. Mencari pembenaran dibalik sikap over-optimist, ngotot, berkeras. Berandai-andai bahwa jawaban yang kuterima sebenarnya menjadi salah karena aku bertanya dalam konteks yang salah – means that, aku punya chance untuk mengajukan pertanyaan yang lebih tepat dan akan mendapat jawaban yang aku harapkan.

Kenapa harus jadi demikian complicated? – seorang sahabat mengingatkanku. Perasaan dan keinginan yang besar telah mengaburkan cara berpikir dan rasionalitas.

Aku pernah berjanji akan berjalan terus apapun jawaban yang aku dapat… nyatanya kadang kita tidak pernah beranjak dan terus berputar-putar di lingkaran yang sama.

Membebaskan mimpi menjadi semata-mata hiasan tidur… sering kita merasa sayang. Ia telah begitu menghidupkan dan membawa kita melangkah, mengalirkan adrenalin. Kadang kita takut, tidak bisa hidup lagi setelah mimpi itu dilepaskan… Ternyata untuk itu kita juga perlu keberanian yang sama besarnya dengan saat memulai (untuk bermimpi).

Memulai sebenarnya tidak serumit yang dikhawatirkan. It happened to me. Apa yang membuatku akhirnya menjejakkan langkah pertama adalah… teman. Ia yang encourage aku, memaparkan kenyataan, meyakinkan,… dan membantu menunjukkan arah yang benar. Thanks to you (wherever you are,…)

Mulai hari ini, aku melangkah lagi, menulisi kembali dari awal pada lembar kosong di bab yang baru.

Kalau toh nanti kita akan bertemu lagi dengan bagian kisah yang lalu… bukan berarti kita kembali ke bab lama. Itu tetap bab yang baru, kisah yang baru, jalan yang berbeda… liku-liku yang tak pernah sama. Tantangan-tantangan yang lebih beraneka. Betapa sangat menariknya kehidupan…

[1st time] akhirnya… Jkt-Bgr sendiri… March 8, 2009

Posted by kembangbakung in d-blog.
2 comments

Harap dimaklumi ya… Jawa, dan Jakarta in particular, adalah benda asing buatku… Sesuatu yang terlalu besar dan kadang agak mengerikan, bagiku. Jadi setiap kali aku berada di sini (Jawa – Bogor, Jakarta, Bandung, dst…) aku selalu jadi penumpang, selalu mengikut kepada orang lain, selalu ditemani kalau ke mana-mana.

Namun sejak akan dipindahtugaskan ke sini, aku bertekad menaklukan berbagai hal tentang kehidupan kota besar, mulai dari hiruk-pikuknya, rute jalan tikusnya, jalur trasnportasi umum, sampai spot makan enak.

Nah, tibalah harinya… lucu juga kalau dipikir, untuk sampai ke titik pertama itu cukup lama juga aku menimbang, memikirkan, dan mengumpulkan keberanian untuk melakukannya sendiri. Hehehehe… katanya survivor, koq jiper-an?

Gara-garanya, karena ada acara di hari Sabtu, aku memutuskan untuk stay di Jakarta, tidak ikut pulang sama adikku pada hari Jumat kemarin. Resikonya, aku harus bisa pulang sendiri ke Bogor mengingat weekend masih panjang (hari Senin ada tanggal merah – perayaan Maulud Nabi). Kalau dulu, bisa-bisa aku membatalkan janjian ketemuan demi pulang dengan selamat tidak seorang diri… hehehe. Betapa meruginya aku selama ini. Untunglah kali ini nyaliku sudah cukup tebal… akhirnya, dengan semangat ‘45 (walopun agak ngantuk) bangun pagi, mandi, segera beberes kamar kos dan bawaan dan segeralah aku beranjak.

Setelah beberapa lama melewati jalan2 utama jalur pergi pulang kerja, akhirnya aku cukup yakin bahwa aku tidak akan nyasar untuk sampai ke pangkalan bis di daerah simpang Cawang. Maka aku putuskan menumpang ojek untuk sampai ke sana. Koq ya passs hari ini tuh Kuningan ditutup untuk kendaraan bermotor (Hari Bebas Kendaraan Bermotor, katanya)… it means, aku akan kesulitan mencari taksi. Untunglah ternyata rute ojek depan kost2an bisa bebas ke mana aja. Aku pikir mereka punya trayek yg ga boleh saling langgar…? Tapi, seperti telah aku curigai, si abang ojek masih coba-coba nyari peluang dengan mengandalkan info dariku untuk sampai tujuan… dengan maksud kalau nyasar dia akan bisa claim biaya tambahan. Huh, ga ada orang yg bener-bener bisa dipercaya ya,…?? Langsung aja aku bilang “Kalau abang ga tahu jalannya ya ga usah deh… lama kalo pake nyasar-nyasar!” Sebenernya aku yang lebih takut tapi aku udah langsung pasang aksi sok ngerti jalan2 jakarta dan menggertak duluan. hehehehe… Satu lagi, kesepakatan harga harus dibuat sebelum eksekusi… maksudku ini akan membatasi dia untuk tidak membuang-buang bahan bakar hanya untuk menyasar-nyasar… hehe.

Dan akhirnya sampailah aku di pangkalan bis. Aku sudah pasang tampang siaga 240 volt karena udah teracuni opini bahwa daerah kolong jembatan, terminal adalah kawasan rawan pencoleng, penggendam dan kriminalitas lainnya. Mana aku gotong2 barang2 cukup berat dan banyak pula… Sekali lagi aku beruntung dengan situasi Minggu pagi yang lengang di mana orang2 tidak terlalu hectic, cuaca terang, dan kelihatannya everything looks ok. Agak jiper dikit karena spot yang dibilang tempat mangkal bis ke Bogor ternyata kosong… aku berjalan memutar sedikit, dan rupanya ada pergeseran sedikit dari titik awal. Nah, akhirnya ketemu deh kendaraan yang kumaksud. Confirmed! karena kondekturnya udah pasti teriak-teriak “Bogor! Bogor! Bogor!”

Haaaaaa….. sampailah aku di kampung halaman, setelah duduk tenang-tenang di bis berpenyejuk sambil baca-baca bulletin. Ga kerasa euy – aku sampe lupa time keeping – wong, bacaanku aja belom habis, ternyata udah sampai di gerbang tol Bogor. Kalau sudah sampai sini, the rest of the route… aku bisa atasi.

Alhamdulillah. Hehehehe… sekarang waktunya bersantai di rumah. Bon weekend :-)

Being Jazz… March 7, 2009

Posted by kembangbakung in d-blog.
add a comment

he he he

selamat pagi Jakarta…

6, 7, 8 march 2009…. Java Jazz Festival. seru. heboh. bertabur bintang. gengsi. looks cool. everyone wants it. ga sedikit yg cemburu kepengen tapi ga bisa dateng. apalagi yang jauh-jauh di luar Jakarta…

It’s me. sudah di jakarta. yang dulu mimpi-mimpi bakalan sering attend music show ibukota. yang 2 minggu lalu ng-plan bakal dateng jumat ato sabtu yaaa…. yang tinggal 10 menit ke arena gelaran….. tapi akhirnya malah ga dateng, dan memutuskan sama sekali ga akan menghadiri jadwal yang mana pun!

hahahahha

tadi pagi, on-line dengan salah seorang temen yang bakal perform di JJ, yg ga jadi nampil karena gugur di audisi (karena kurang sponsor)… saxophinist, seorang praktisi jazz (yang ngakunya masih level sekolah dasar), yang ternyata juga ga akan dateng nonton JJ. Lho?

Kita obrol-obrolan dan sampai pada statement… penyuka jazz ga wajib nonton hajatan jazz… penyuka jazz lebih harus bisa perform jazz. hehehehe…

bisa apa gue? ga punya kebisaan instrumen, kecuali harmonika (which is not jazzy at all) dan pita suara… tapi ada yg pernah bilang : lekukan gue mengarah ke jazz… aku pikir it’s influenced by what you’re listening to – karena gue ndengerin dendang Laura Fygi dan Norah Jones… tapi soul gue sebenernya dangdut loooohh… hehhe. ntar lah bikin dangdut-jazz…

well… i don’t want to make judgments here… jadi kesimpulannya : being jazz is relax, enjoy ajah…

buat masyarakat jazz and all jazzy persons… enjoy JavaJazz!