Being Jazz…
March 7, 2009
he he he
selamat pagi Jakarta…
6, 7, 8 march 2009…. Java Jazz Festival. seru. heboh. bertabur bintang. gengsi. looks cool. everyone wants it. ga sedikit yg cemburu kepengen tapi ga bisa dateng. apalagi yang jauh-jauh di luar Jakarta…
It’s me. sudah di jakarta. yang dulu mimpi-mimpi bakalan sering attend music show ibukota. yang 2 minggu lalu ng-plan bakal dateng jumat ato sabtu yaaa…. yang tinggal 10 menit ke arena gelaran….. tapi akhirnya malah ga dateng, dan memutuskan sama sekali ga akan menghadiri jadwal yang mana pun!
hahahahha
tadi pagi, on-line dengan salah seorang temen yang bakal perform di JJ, yg ga jadi nampil karena gugur di audisi (karena kurang sponsor)… saxophinist, seorang praktisi jazz (yang ngakunya masih level sekolah dasar), yang ternyata juga ga akan dateng nonton JJ. Lho?
Kita obrol-obrolan dan sampai pada statement… penyuka jazz ga wajib nonton hajatan jazz… penyuka jazz lebih harus bisa perform jazz. hehehehe…
bisa apa gue? ga punya kebisaan instrumen, kecuali harmonika (which is not jazzy at all) dan pita suara… tapi ada yg pernah bilang : lekukan gue mengarah ke jazz… aku pikir it’s influenced by what you’re listening to – karena gue ndengerin dendang Laura Fygi dan Norah Jones… tapi soul gue sebenernya dangdut loooohh… hehhe. ntar lah bikin dangdut-jazz…
well… i don’t want to make judgments here… jadi kesimpulannya : being jazz is relax, enjoy ajah…
buat masyarakat jazz and all jazzy persons… enjoy JavaJazz!
Entry Filed under: d-blog. .
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed