[1st time] akhirnya… Jkt-Bgr sendiri…
March 8, 2009
Harap dimaklumi ya… Jawa, dan Jakarta in particular, adalah benda asing buatku… Sesuatu yang terlalu besar dan kadang agak mengerikan, bagiku. Jadi setiap kali aku berada di sini (Jawa – Bogor, Jakarta, Bandung, dst…) aku selalu jadi penumpang, selalu mengikut kepada orang lain, selalu ditemani kalau ke mana-mana.
Namun sejak akan dipindahtugaskan ke sini, aku bertekad menaklukan berbagai hal tentang kehidupan kota besar, mulai dari hiruk-pikuknya, rute jalan tikusnya, jalur trasnportasi umum, sampai spot makan enak.
Nah, tibalah harinya… lucu juga kalau dipikir, untuk sampai ke titik pertama itu cukup lama juga aku menimbang, memikirkan, dan mengumpulkan keberanian untuk melakukannya sendiri. Hehehehe… katanya survivor, koq jiper-an?
Gara-garanya, karena ada acara di hari Sabtu, aku memutuskan untuk stay di Jakarta, tidak ikut pulang sama adikku pada hari Jumat kemarin. Resikonya, aku harus bisa pulang sendiri ke Bogor mengingat weekend masih panjang (hari Senin ada tanggal merah – perayaan Maulud Nabi). Kalau dulu, bisa-bisa aku membatalkan janjian ketemuan demi pulang dengan selamat tidak seorang diri… hehehe. Betapa meruginya aku selama ini. Untunglah kali ini nyaliku sudah cukup tebal… akhirnya, dengan semangat ‘45 (walopun agak ngantuk) bangun pagi, mandi, segera beberes kamar kos dan bawaan dan segeralah aku beranjak.
Setelah beberapa lama melewati jalan2 utama jalur pergi pulang kerja, akhirnya aku cukup yakin bahwa aku tidak akan nyasar untuk sampai ke pangkalan bis di daerah simpang Cawang. Maka aku putuskan menumpang ojek untuk sampai ke sana. Koq ya passs hari ini tuh Kuningan ditutup untuk kendaraan bermotor (Hari Bebas Kendaraan Bermotor, katanya)… it means, aku akan kesulitan mencari taksi. Untunglah ternyata rute ojek depan kost2an bisa bebas ke mana aja. Aku pikir mereka punya trayek yg ga boleh saling langgar…? Tapi, seperti telah aku curigai, si abang ojek masih coba-coba nyari peluang dengan mengandalkan info dariku untuk sampai tujuan… dengan maksud kalau nyasar dia akan bisa claim biaya tambahan. Huh, ga ada orang yg bener-bener bisa dipercaya ya,…?? Langsung aja aku bilang “Kalau abang ga tahu jalannya ya ga usah deh… lama kalo pake nyasar-nyasar!” Sebenernya aku yang lebih takut tapi aku udah langsung pasang aksi sok ngerti jalan2 jakarta dan menggertak duluan. hehehehe… Satu lagi, kesepakatan harga harus dibuat sebelum eksekusi… maksudku ini akan membatasi dia untuk tidak membuang-buang bahan bakar hanya untuk menyasar-nyasar… hehe.
Dan akhirnya sampailah aku di pangkalan bis. Aku sudah pasang tampang siaga 240 volt karena udah teracuni opini bahwa daerah kolong jembatan, terminal adalah kawasan rawan pencoleng, penggendam dan kriminalitas lainnya. Mana aku gotong2 barang2 cukup berat dan banyak pula… Sekali lagi aku beruntung dengan situasi Minggu pagi yang lengang di mana orang2 tidak terlalu hectic, cuaca terang, dan kelihatannya everything looks ok. Agak jiper dikit karena spot yang dibilang tempat mangkal bis ke Bogor ternyata kosong… aku berjalan memutar sedikit, dan rupanya ada pergeseran sedikit dari titik awal. Nah, akhirnya ketemu deh kendaraan yang kumaksud. Confirmed! karena kondekturnya udah pasti teriak-teriak “Bogor! Bogor! Bogor!”
Haaaaaa….. sampailah aku di kampung halaman, setelah duduk tenang-tenang di bis berpenyejuk sambil baca-baca bulletin. Ga kerasa euy – aku sampe lupa time keeping – wong, bacaanku aja belom habis, ternyata udah sampai di gerbang tol Bogor. Kalau sudah sampai sini, the rest of the route… aku bisa atasi.
Alhamdulillah. Hehehehe… sekarang waktunya bersantai di rumah. Bon weekend
Entry Filed under: d-blog. .
2 Comments Add your own
Leave a Comment
Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed
1.
KangBono | March 24, 2009 at 3:31 pm
Selamat datang di Jakarta, Lilya!
2.
kembangbakung | March 29, 2009 at 5:59 pm
thank you, kang bono!