open new chapter
March 21, 2009
Seberapa sering kita enggan untuk memulai…? mencoba …? … kemudian gagal, lalu memulai lagi…? Betapa dalam keadaan demikian kita selalu ditemani kekhawatiran… bukan sekadar malas untuk keluar dari comfort zone.
Ketika dulu pertama akan melangkah dan memikirkan resiko, bisa saja kita justru sangat optimis dan bahkan berkata… “Aku sudah tahu rasanya gagal. Jadi, sakit sekali lagi apalah susahnya?”. How brave!
Teman,
Hari ini adalah hari yang cukup bersejarah untukku… Aku, memulai langkahku… lagi. Setelah jatuh dan jatuh berulang kali.
Aku ingin sedikit berbagi saja… rasanya berada diĀ fase itu. Saatnya bangkit dari kegagalan… Melawan diriku sendiri untuk menjadi lebih berani. Tentu saja banyak kekhawatirkan. Tapi yang paling parah adalah aku menyangkal kenyataan yang sudah berteriak saking jelas dan eksplisitnya pesan yang disampaikan. Mencari pembenaran dibalik sikap over-optimist, ngotot, berkeras. Berandai-andai bahwa jawaban yang kuterima sebenarnya menjadi salah karena aku bertanya dalam konteks yang salah – means that, aku punya chance untuk mengajukan pertanyaan yang lebih tepat dan akan mendapat jawaban yang aku harapkan.
Kenapa harus jadi demikian complicated? – seorang sahabat mengingatkanku. Perasaan dan keinginan yang besar telah mengaburkan cara berpikir dan rasionalitas.
Aku pernah berjanji akan berjalan terus apapun jawaban yang aku dapat… nyatanya kadang kita tidak pernah beranjak dan terus berputar-putar di lingkaran yang sama.
Membebaskan mimpi menjadi semata-mata hiasan tidur… sering kita merasa sayang. Ia telah begitu menghidupkan dan membawa kita melangkah, mengalirkan adrenalin. Kadang kita takut, tidak bisa hidup lagi setelah mimpi itu dilepaskan… Ternyata untuk itu kita juga perlu keberanian yang sama besarnya dengan saat memulai (untuk bermimpi).
Memulai sebenarnya tidak serumit yang dikhawatirkan. It happened to me. Apa yang membuatku akhirnya menjejakkan langkah pertama adalah… teman. Ia yang encourage aku, memaparkan kenyataan, meyakinkan,… dan membantu menunjukkan arah yang benar. Thanks to you (wherever you are,…)
Mulai hari ini, aku melangkah lagi, menulisi kembali dari awal pada lembar kosong di bab yang baru.
Kalau toh nanti kita akan bertemu lagi dengan bagian kisah yang lalu… bukan berarti kita kembali ke bab lama. Itu tetap bab yang baru, kisah yang baru, jalan yang berbeda… liku-liku yang tak pernah sama. Tantangan-tantangan yang lebih beraneka. Betapa sangat menariknya kehidupan…
Entry Filed under: apa.aja. .
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed