Masa Depan April 29, 2009
Posted by kembangbakung in me.add a comment
Tadi pagi, seseorang menanyakan padaku, apa aku merindukan masa depan?
Jawabanku…,
Well, mungkin baginya jawabanku itu tidak mengena… hehehe (Maaf ya, Sayang..)
Tapi kami bicara tentang hal yang sama
Bedanya, ia menanti-nantikan saat itu, di mana dia akan ada di dalamnya
Sedangkan aku memposisikan diri sedang berproses menjelang saat itu
Ini… sedikit ingin membagikan sedikit pandanganku sahaja…
Dalam titik yang sama aku juga sama rindunya kepada masa itu. Bertanya-tanya kapan ia akan tiba.
Aku ingin ingatkan kamu, Sayang, jangan terserap oleh angan-angan sementara kau lupa untuk berbuat sesuatu mencapainya sejak hari ini dan engkau lupa betapa keindahan hari ini sedang mempersiapkanmu untuk sampai ke sana.
Aku ingin bilang, menikmati segala sedih dan sakit hari ini (pada saat semua belum dalam genggaman) akan membuat masa depan kita lebih indah (karena kita jadi lebih menghargai sesuatu yang pernah kita rindukan) dan mau menjaganya agar tidak lepas lagi.
Aku juga ingin kau tau…
masa depan itu tidak datang sendiri
Ia, adalah apa yang kita lakukan sekarang untuk mencapainya.
Ya, kita punya kerinduan yang sama.
Bolehkah kita berjalan bersisian meraihnya?
take with care… April 23, 2009
Posted by kembangbakung in d-blog.add a comment
… merasa sangat beruntung dan bersyukur
ketika seorang teman bilang “walaupun kami sudah jauh, we really do care about you…”
[Norak] TV on the Taxi Cab April 20, 2009
Posted by kembangbakung in d-blog.add a comment
Malam Sabtu, pulang kantor janjian sama Jeung Lilies dan Kang Ian
Suntuk, penat dengan kerjaan overtime minggu ini
Mau balas dendam, sekaligus menjelajah Jakarta
Kami menuju ke Plaza Semanggi
Pertokoan yang didirikan di atas lahan milik badan veteran Indonesia (veteran kita sekarang seneng ng-mall gitu?)
Pertokoan yang terasa nangggung peruntukannya… Ini mau meraih kelas kemasyarakatan yang mana?
Well, kita lupakan dulu rasa mengganjal itu
Kami bertiga berwindow-shop
Jeung Lilies pengen beli sepatu
Jeung Lilies naksir tas boheme di Gaudi
Kang Ian seseg napas kena udara Jakarta (makanya kami bujukin bahwa sakitnya akan hilang kalau kena pendingan mall!)
Aku,… just cuci mata
Eh, beli sepasang kaus kaki hangat untuk Mamah
Eh, aku terpikat counter BodyShop (seperti biasa… )
Akhirnya kami kelaparan dan mojok di Rice Bowl
Takjub dengan porsinya yang mengecil
Tergeli-geli dengan mbak waitress yang suaranya terdengar mekanis kayak di game online
Jeung Lilies melontar dengan gaya lebay-nya
Kang Ian memeragakan gaya tengil ketemu OJT di lift kantor
Aku tertawa-tawa ga ingat dosa
Kami bergurau sampai sakit perut dan jadi budeg
Malam ini semua tentang hal yang fun, ga ada topik serius
Waktu berlalu
Saatnya kembali ke kost-kostan
Masih sempat berkonyol-konyolan dalam rangka menyetop taksi
Akhirnya, setelah beberapa kali dicuekin dan keduluan penumpang lain…
Si jingga Transcab menikung menghampiri kami
“Assssiiiik, nonton tivi, nonton tivi”, Jeung Lilies berseru girang
Demi nonton tivi di punggung supir, kami bertiga rela berdesak-desakan di bangku belakang
Kang Ian lupa etika gentleman kalau pria harus duduk di bangku depan
Aku, yang biasanya penaat prosedur dan penegak manner, juga ga mau ngalah
Jeng Lilies, as usual, she’s the lady, udah rumusnya kalau dia ada di bangku belakang
Kami pun melanjutkan ketawa ketiwi norak di dalam taksi
“Kuningan Perbanas, Pak….”
Mata acaranya : Kick Andy, tentang pelawak-pelawak senior mulai Tessy, Kadir sampai Tatang putra Gepeng
Jalan gronjalan kami tak rasa
Malah berfoto-foto norak gaya nonton di dalam taksi
Masih ribut juga soal banyaknya iklan dan kuatir ga sempet nonton acara utama kalau keburu sampai rumah.
Lima belas menit… tiba di Jalan Anggrek
Acara nonton tivi di taksi harus berakhir
Bayar argo… lalu saling mengucap salam berpisah
Apakah sampai di kamar kami melanjutkan nonton Kick Andy?
Tidak tuh.
(today’s wrap-up) April 17, 2009
Posted by kembangbakung in poem.add a comment
WAKTU BUKAN LAGI ARTI DIRI
DAN HAMPA MAKNA PERBUATAN
AKU INGIN MENJADI ALASAN UNTUKMU ADA
… DAN…
MENDAPATIMU SEMATA UJUNG TIAP HELA NAFAS
34 April 14, 2009
Posted by kembangbakung in me.add a comment
O, Life
You laugh at me now, eh?
Your cynical smile
While I’m desperately waiting for my gift
You showed it off on the window shop
While I could only stare behind the glass
watching and hoping
Without any dare to touch, even to ask the price
O, Life
It has been twelve thousands four hundreds and ten days I’m walking through
Today I’m still here, by myself
Watching and waiting you playing the parts
I believe in your promises that I’ll be the winner in the end
That’s why I stick to my vow not to bother anyone on my life’s
That’s my part… to fight and to hold back my own desire, the storming inside
Otherwise it could ruin everything
ME is my enemy
All I have to do is dreaming
The unbelievable things, the impossible ones
Thus I lead you to the future
O, Life
I’d never felt that I could be left.
Thou sometimes I feel so weak and desperately wanting a hand to hold me up
I keep moving on…
O, what is it?
Am I whining? What a shame…..
Jakarta, Sabtu pagi… April 11, 2009
Posted by kembangbakung in d-blog.add a comment
For the first time, panggilan lembur weekend di Jakarta. Rasa malas dan sungkan ternyata ga beralasan sama sekali… (Terang aja, kalau dua hari sebelumnya udah libur duluan, hari contrengan dan perayaan paskah… hehehe).
Kuncinya… anggap aja ini hari liburan dan gue akan pergi tamasya…
Pagi-pagi, selse shalat subuh, bermalasan sebentar dengan pergi ke dapur, menyapa si Mamah, menyeruput teh, menghilangkan kantuk,… langsung taking shower. Masih banyak sekali waktu untuk mengejar KRL. Mau yang pagi banget atau yang ngepas jadwal kerja. Jalanan lengang, santai, angkot-angkot Bogor masih males keluar kandang rupanya.
Sama, di stasiun juga lengang… seandainya setiap hari begini^^… Ga ada yang rebutan beli karcis, apalagi dorong-dorongan di peron. Duduklah gue di KRL Pakuan Express AC menuju Jakarta. Kebeneran sekali cuacanya enak pagi ini. Gue mengisi waktu dengan membaca novel baru dan harian pagi ibukota. Penumpang yang lain menghabiskan waktu dengan terlelap… mengumpulkan tenaga bakal seharian ini. (Gue sih enak, kerja hari Sabtu bukan sebuah rutin. Jadinya malah sok nyantai gitu deh. Prihatin dengan mereka-mereka yang menjalani hari ini sebagai keharusan. Betapa beruntungnya aku). Satu jam berlalu, gue turun di Gambir. Mantaf,… sampai di sini pun belum ada hiruk-pikuk. Gue bisa dengan bebas dan leluasa memilih taksi yang akan membawa gue ke kawasan Kuningan.
Mak! Indahnya jalanan Jakarta kota di Sabtu pagi… Segerrrr, apalagi nembus-nembus daerah Menteng (Hmmmm…. selamanya kawasan ini bakalan jadi kawasan hunian impian gue! hehehe…). Sampe di depan gedung, tentunya masih belum ada kehidupan. Ahhhh, semua orang memang layak bermalas-malasan di hari ini… Maka gue mengitar sedikit, mencari warung kopi yang sudah siap terima pelanggan.
Dua kafe kenamaan masih gelap. Seorang petugas keamanan menunjukkan sebuah kafe yang ternyata malah udah meriah sumringah… Salut gue! I’m gonna make it one of my favorite!… Apalagi sajian Caramel Macchiato-nya pun nikmat banget!! Ditemani seiris Banana Cake yang ukurannya mengenyangkan untuk energizer pagi. Bersantailah gue dengan melanjutkan membaca koran… Hmmm… hasil quick count Pemilu 2009, BCL jingkrak-jingkrak di konser Jamiroquai, dan kritik konsumen terhadap debt-collector HSBC (untuk yang kesekian ratus kalinya! hehe, berlebihan ya gue…)….
Pukul 9:00… Akhirnya waktu berjanjian dengan kolega sudah tiba. Kenyang mengunyah info terkini, kopi tandas, gue bersiap-siap menuju meja kerja.
Aaaahhhhh, Sabtu pagi indah sekallliiiiiy….
Suasana yang begini, I belive, akan bikin gue lebih produktif dalam bekerja… dan inspiring… Simpul syaraf langsung ereksi dan ide-ide tulisan langsung berlompatan dari tempurung benak (termasuk yang tersaji saat ini
).
Kalau boleh, gue pengen hari kerja gue include hari Sabtu dan Minggu deeeeh, ‘weekend’nya dipindah ke Rabu dan Kamis, gitu…? hehehe…