perjalanan
May 26, 2009
Phew!
Rupanya kita sering larut dengan permasalahan diri yang tak henti-henti. Keresahan rupanya menyertai sepanjang kita ‘mengijinkan’nya mengambil tempat dalam perhatian dan pemikiran… dan itu melelahkan.
Sebuah fase pencarian… dalam sebuah periode pendek, tapi sangat melelahkan, baru saja aku lewati. Sangat tidak mudah untuk berkata “it’s enough!” dan kemudian benar-benar berhenti… kenapa? karena benak selalu berpikir tentang kemungkinan-kemungkinan; sedangkan hati, ia sering dikabuti keinginan dan terus meraba situasi, menera situasi… Dalam keriuhan itu, tak jarang aku seperti hilang… terlupa bagaimana harus mempertahankan integritas diri. Ya, sangat melelahkan.
Kalau sekarang aku berkata begini… aku berharap memang telah melewati fase itu.
Lalu,… tiba-tiba aku sampai di area kosong… “Aku mau ke mana? … mau apa?”
Aku jadi berpikir… bahagia dan tentram sebenarnya bisa diraih kapan pun kita mau. Pada akhir fase lalu, aku menerima kejutan-kejutan kehidupan yang justru aku peroleh dari timbunan masa lalu, dari sederetan nama-nama lama dalam memori.
Hei! kenapa kita tidak mencoba untuk membuka pintu dan jendela hati lebih lebar? Menyapa kembali siapa di luar sana (bukan diam merutuk diri sendiri)…? dan menerima lebih banyak angin segar,… hal-hal baru… serta melihat lagi apa-apa yang sebenarnya sudah kita punya namun sering terlupakan.
Teringat aku sebuah syair… “mungkin memang yang lebih penting adalah membuka mata, hati, telinga…”
Tapi sebelumnya… aku tetap harus berterima kasih kepada Kehidupan… atas segala ups and downs… Bukankah aku bisa memilah keduanya karena telah menikmati dan mengalami semuanya?
A wise man says : Life is a journey, not a destination… It would be better to love what you have than to have what you desired of…
Entry Filed under: d-blog. .
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed