Fusion Food a la kembangbakung October 29, 2009
Posted by kembangbakung in feature, me.add a comment
Ga tau sejak kapan kegemaranku ini bermula… kayaknya sudah cukup lama…
Mungkin bermula dari sebuah lagu dari Iwa-K, yang judulnya “Es Krim, Gado-gado, Emping” aku mulai tergelitik untuk melihat-lihat kemungkinan pencampuradukan itu…
Aku ingat, jaman kuliah dulu, … entah karena males keluar kamar kost untuk jajan atau karena kreativitas (cahhhh….)… aku bikin biskuit (Marie Regal) oles mentega dan ditaburi bubuk minuman rasa jeruk (Nutri Sari)… hehehe, rasanya lucu … coba deh.
Yes, aku penggemar ‘fusion food’.
Bukan dalam arti yang dipahami Gastrologi yang berlaku. Buat aku definisi ‘fusion’ itu sendiri diartikan bebas sebagai perpaduan tak lazim dari beberapa jenis makanan, masakan, bahan,… bumbu, dan lain sebagainya. Mungkin juga cuma gagayan aja sih menyebut ini dengan fusi, yang jelas tujuanku lebih kepada mencari sensasi rasa baru.
Terlepas dari ‘percobaan-percobaan’ku sendiri, aku pengagum kreativitas para ibu rumah tangga yang sanggup memaksimalkan bahan makanan yang tersedia di dapur untuk menjadi sebuah hidangan layak tampil untuk keluarga. Aku juga menyukai resep-resep eksotis yang isinya perpaduan ‘antik’… misalnya : teh rasa rempah… ga cuma pakai gula, ga cuma pakai susu… tapi juga ada kapulaganya, kayu manis, cengkeh… it’s Teh Masala.
Tadi pagi ada percobaan kecil… menyantap oleh-oleh Pia Legong dibarengi dengan mengunyah Nastar… Cara santapnya : segigit pia, segigit nastar… rasanya… enak.
Appraisal… October 28, 2009
Posted by kembangbakung in me, reminder.add a comment
Kemajuan…
akhirnya ‘kerasa’ juga secara formal proses yang disebut ‘Appraisal’ dalam kehidupanku sebagai karyawan. Hehe, entah dalam tahun-tahun sebelumnya kesalahan ada di mana… hirarki yang terlalu sibuk, atau prosedurnya memang bobrok. Hehe, no-offense ach…
Pagi ini supervisor memanggilku…
Aku share point pentingnya… yang perlu ditingkatkan… kualitas kerja!
He he… aku rasakan sendiri, dalam beberapa hal memang masih bolong. Masih dalam rangka menekan tingkat carelessness… Well, at least, aku sudah mewaspadai itu… dan memang sisi itu yang harus dapat perhatian lebih.
Ok Ma’am… terima kasih banyak^_^
Ummm… soal feedback positif… he he, let it be mine only yeeee…
Bianglala Api October 21, 2009
Posted by kembangbakung in Uncategorized.add a comment

………………………………………………………………………. Entah untuk yang keberapa kalinya, setiap Miana memandang, ia merasa ada sesuatu. Misteri… rahasia… sesuatu yang memanggil-manggil jiwanya untuk menghampiri.
Foto itu, menangkap pemandangan pasar malam. Sebuah ferris wheel, yang tentu tidak sebesar Bianglala Dunia Fantasi, bermandikan lampu kecil warna-warni. Di sekelilingnya ada tenda-tenda kaki lima yang dipasangi juga lampu-lampu. Agak ke kiri lagi, sebuah tenda korsel dengan patung hewan-hewan berkaki empat yang dicat warna-warni dan juga dipasangi lampu-lampu yang meriah. Di latar belakangnya, hanya terlihat sisi depan lingkar tong setan. Selebihnya pemandangan gemerlap itu dilatari pepohonan kapuk dan angsana yang meraksasa. Dengan kecepatan rana rendah Miana mengambil beberapa gambar, membuat bianglala itu seolah berpendar kemerahan seperti bara api.
………………………………………………………………………
Kembang Kantil Pengantin October 19, 2009
Posted by kembangbakung in enjoy life.1 comment so far
Mungkin sudah ga banyak orang yang tahu tentang ini…
Hal-hal takhyul, mitos,… yang hidup di sekitar tradisi suku bangsa kita. Khususnya dalam acara pernikahan, dan dalam hal ini, aku lihat banyak hidup dalam tradisi suku Jawa atau Sunda…
Misalnya saja…
- Tentang kembar mayang yang menandakan apakah si pengantin masih ‘ting-ting’ atau ‘tong-tong’ (lawannya kan? hehehhe). Kata takhyul, kalau kembang bakal buah Pinang ini segar dan semerbak sepanjang acara berarti si pengantin masih ‘murni’. Belakangan aku jarang melihat kehadiran bunga tanaman ini lagi mendampingi pelaminan pengantin. Sudah pasti karena sudah semakin langka juga mencari tanamannya. Jadi bukan karena empunya acara sengaja menyembunyikan status ke-ting-ting-an pengantin.
- Rebut Bakakak Ayam – di tradisi Sunda, tentunya – menandakan pihak mana di antara pria atau wanita yang ‘rejekian’ kelak dalam berumah tangga… tentunya yang mendapat bagian ayam panggang terbesar. He he he… ga usah jauh-jauh nanti kalau rumah tangga sudah berlangsung, di depan mata langsung kelihatan siapa yang paling gigih merebut ayam (karena pengantin sebenarnya kelaparan, sudah puasa sejak sehari sebelumnya
)
- Juga ada keyakinan begini : acara pernikahan dibagi dua sesi, akad dan resepsi. Nah, pada jeda acara pengantin akan berganti pakaian. Setelah akad yang merupakan acara formalisasi ikatan, pasangan sudah boleh berganti pakaian di ruang yang sama. Di sinilah kedudukan seorang istri ditentukan. Jika ia mendahului pasangan prianya melepaskan keris dari balutan stagen pakaian pria… katanya, dalam berumah tangga nanti, Sang Suami akan selalu mendahulukan mendengar aspirasi Istri dalam menghadapi masalah-masalah bersama. Wow! – Ditentukan oleh kecepatan melepas keris ya? Bukan membina tradisi komunikasi yang setara? Hehehehe…
Masih banyak sekali hal-hal unik yang dipercaya dan hidup di masyarakat kita, terutama dilestarikan oleh penganut aliran tradisional, para pemaes adat, dan orang-orang tua dulu… Sebetulnya kita bisa belajar banyak hal tentang kemasyarakatan kita dari hal kecil ini.
Koq aku dapet aja ya? He he, tidak sengaja mencari-cari… Semuanya tersimak tanpa niatan ketika berada dekat-dekat dengan pelaku tradisi, ketika acara berlangsung.
Buatku, perlu dicerna makna di baliknya… bisa jadi itu hanya takhyul kosong belaka tapi bisa juga ada nilai kebenarannya.
Yang jelas, terlepas untuk dipercaya atau tidak, bisa memperkaya pengetahuan dan bisa untuk lucu-lucuan serta bahan obrolan…
Satu mitos tradisi yang aku sering tergelitik melakukannya lebih karena keunikan, lucu, dan mengandung unsur tantangan adalah… mencuri kembang kantil pengantin^^.
Katanya, untuk para lajang nih, kalau mau cepat tertular menikah… harus bisa mencuri kembang penghias konde pengantin itu. Namanya mencuri, ya harus diam-diam, jangan bilang-bilang, apalagi minta sama pengantinnya… Paling mungkin ya waktu bersalaman dengan si pengantin. Coba, siasat apa yang harus digunakan? Membawa gunting kecil di lipatan kipas? Hahahaha…
.
Lucunya, ya ini dia bagian dari ketahyulan yang ga perlu dipercaya… sudah puluhan kali aku mencuri si kembang kantil (cempaka), sampai hari ini belum juga sampai giliranku naik ke pelaminan. Hi hi hi…
Mungkin akhirnya aku malah akan jadi terkenal sebagai pencuri kembang kantil pengantin…? Ha ha ha ha…
{Sunshines} – Patah Hati dalam Sebatang Cokelat October 15, 2009
Posted by kembangbakung in me.add a comment
Daisy mengejutkan Jude siang itu, muncul di ruang kerja tanpa mengabari sebelumnya….
Pasti akan ada banyak cerita menarik setelah lama tidak berjumpa,
terpisah di dua kota dan sibuk dengan pekerjaan masing-masing
Setelah saling menanyakan kabar,
Jude langsung meluncurkan berita utama terbarunya
“Me and Dean are just committed to broke up…. “
Keheningan seketika ikut hadir dalam kesempatan temu kangen itu
+ Bukannya elu baru mengunjunginya di Paris?
- Yes, we’ve had good times there
+ Apa alasannya?
- Kesedihan sesudahnya… bahwa gue harus kembali ke sini… he can’t stand it
+ So…? bukannya hidup memang begitu…? bahwa ada ups and downs?
- Tauk tuh!
+ What CAN he do with this situation…?
- … entah…
+ What will you do?
- Gue akan tetap berangkat ke sana tahun depan! Ada dia … atau tidak ada dia… Gue akan tetap ke sana
+ Good. Make it for YOU.
Daisy merasa harus mencerna banyak hal dari selintas bincang-bincang itu. Masih termenung… Jude mengeluarkan tiga batang cokelat Kinder dari laci mejanya…
+ Nih,… sambil dimakan. Dari Dean… Dia kirim minggu lalu…
- ….? (Ada apa sih dengan anak muda sekarang?!)
Ke Toko Buku October 9, 2009
Posted by kembangbakung in life thought.add a comment
Duuuhh…hai, begitu anekanya buku
begitu cantik kemasannya,
kertasnya,
huruf cetakannya…
memikat hatiku sangat
(tapi aku ga suka desain buku-buku agama, yang dari tahun ke tahun memakai huruf kaku yang itu-ituuuuu saja…. )
kukagumi pula daya cipta desainnya…
siasat pemasaran…
periset selera pasar pembaca yang semakin unik dan perasa
sehingga terkadang menggenggam sebuah buku yang indah terasa lebih berkesan daripada nilai kisah yang dikandungnya… maaf.
Kisah…
begitu rupa-rupa, indah, memukau khayal
berbunga-bunga dalam metafora maupun gaya cerita sehari-hari yang meriah
Aku jadi tercerahkan, bangsa kita punya segudang penulis yang hebat dan berbakat… mulai dari yang muda sampai yang tua…
(tapi apakah itu juga berarti bangsa kita suka dan gila membaca? tidak ada hal yang membuktikan keterhubungan itu…)
membuat aku yang diam-diam ingin jadi penulis dan cuma berani menggores blog dengan nama samaran semakin ciut nyali mendatangi penerbit buku kelas gang sekalipun
Ah senangnya… dikelilingi buku-buku,
warna-warni,
gegap gempita atau pun sendu,
serius maupun bercanda
Aku merasa kaya, dibanjiri aspirasi
Aku kelaparan untuk melahap semuanya
Sayangnya
setiap akhir kunjungan aku dibatasi prioritas yang diukur dengan uang
catatan seorang pembaca
padang October 6, 2009
Posted by kembangbakung in me, poem.add a comment
aku pikir aku hampa
rupanya hanya telah alpa
setiap tarikan nafas
sudah digariskan bersama kisah
hari ini
belum lagi aku siap
menjadi ikhlas dan bersedia menghadap segala kemungkinan
aku mau
diberi waktu lagi
mengusir hampa yang menyelinap,
mengumpulkan keberanian,
dan memberi arti setiap kehadiran
http://www.boston.com/bigpicture/2009/10/2009_sumatra_earthquakes.html