Surat-suratan
January 18, 2012 at 6:41 pm 2 comments
Ini hari kelima ikutan proyek nulis surat selama 30 hari. Cita-citaku, ya supaya rutin lagi menulis. Dan metode nulis surat emang mengasyikkan. Pertama, selama ini aku jarang menulis dalam posisi orang pertama ke seseorang kedua – dengan gaya dan muatan personal. Kedua, sudah lama sekali ga nulis surat sejak semua jarak bisa ditebus oleh teknologi. Jadi, momen ini cukup bikin exciting.
Mudah-mudahan ga kehabisan alamat tujuan. Hehehhehe. Dulu sih aku seneng nulis surat ke banyak penpals. Bisa dua lembar bolak-balik sekali sesi.
Proyek ini tentunya punya sistem seleksi supaya bisa nampil di Depan Kantor Pos. Akhirnya penulis surat harus compete untuk dianggap layak. So far, belum ada suratku yang tertampilkan. Heheheheahe. Ga pa pa. Yang penting tetap menulis.
Pada hari kelima ini aku belajar tentang gaya menulis surat yang diyakini sebagai ‘layak’. Entah mungkin ada masalah dengan kebahasaan atau mungkin selera jaman, yang jelas surat-surat populer itu gaya bahasanya memang ‘kini’, penuh jokes dan slang. Style yang serius dan ‘muram’ sudah ditinggalkan. Ujaran yang ‘direct’ lebih diterima daripada berkias-kias. Masalah umur juga berpengaruh jadinya. Aku perhatikan, komunitas yang dituju ini umur-umurannya kira-kira setengah generasi di bawahku, heheehehe. Mungkin si adminnya sudah tau aku dari cara-cara penulisanku.
OK, tapi aku ga harus jadi orang lain koq. Teteup nulis. Let me do the mistakes and find the lessons
…
Entry filed under: a mon avis, jurnal. Tags: .
1.
saras | February 24, 2012 at 4:26 am
salam kenal
, aku suka blognya mba Lilya…
berhasil ga mba program suratnya?..
aku paling susah nulis kalo ada targetnya, bisa tiba2 blank di depan komputer hehe…
2.
kembangbakung | February 24, 2012 at 7:57 am
program suratnya bisa dilihat di http://www.lily4poems.wordpress.com under tag 30harimenulissuratcinta, Saras.
berhasil? lumayan aja. hhehhee
terima kasih sudah mampir ya