jump to navigation

padang October 6, 2009

Posted by kembangbakung in me, poem.
add a comment

aku pikir aku hampa
rupanya hanya telah alpa
setiap tarikan nafas
sudah digariskan bersama kisah

hari ini
belum lagi aku siap
menjadi ikhlas dan bersedia menghadap segala kemungkinan

aku mau
diberi waktu lagi
mengusir hampa yang menyelinap,
mengumpulkan keberanian,
dan memberi arti setiap kehadiran

http://www.boston.com/bigpicture/2009/10/2009_sumatra_earthquakes.html

dunia kata-nya Jumat Jagad Kata Kata September 24, 2009

Posted by kembangbakung in poem.
1 comment so far

Teman-teman J2K2,

mohon ijin ya… aku sambung jalinan kata kita ke situsku ini
demi menyimpan yang pernah kita bagi (see blogroll list)

dunia kata kita
kini diam
mungkin tidur
atau mati suri

mau kita berenang lagi di kolam mungil pada tepi rimba kata itu?

i miss the moment
i miss you all

Astagfirullah… September 4, 2009

Posted by kembangbakung in poem.
1 comment so far

bulan ini
Iblis dan balatentaranya dipenjara
dibungkam

musuh kita
tinggal manusia
hanya manusia…
h a n y a manusia…
hanya…
nafsu manusia

dapatkah terlihat ufuk kemenangan
jika detik ini kau dapati
sedang diam
mata, telinga, hanya memperturutkan daging dan dunia…?

Astagfirullah….
Bangun, pemalas!

ujian ramadhan August 29, 2009

Posted by kembangbakung in feature, me, poem.
add a comment

menyedihkan

puasa hari ini aku banyak tersenyum
walaupun cuaca panas dan gerah
kepada pak ucup yang usil dan biasa aku jutekin pun
banyak hal kami obrolkan bersama
kugenapi shalat dhuha dengan sepenuh hati
juga shalat sunnah lainnya

namun… satu jam menjelang berbuka

aku kesal didera keadaan
kereta depok batal berangkat – penumpangnya ditumpuk ke bogor ke ekpress
aku terjepit di sela ketiak bapak-bapak yang sama pulang kerja ingin berbuka di rumah
aku mengumpat orang yang tersandar ke punggungku karena tak kuat menahan kantuk sambil bergelantungan
aku mendeliki orang yang menyenggolku di tengah kepadatan

cacat sudah ibadahku… menyedihkan

a midnight thought August 17, 2009

Posted by kembangbakung in me, poem.
add a comment

Three minutes to the 00:00

I feel it… it is very easy for all those things to fall into the dark side and at another second it could be the great things and could make me live even better.

Dunno why… bisa jadi karena udara panas hari-hari belakangan ini. This city I hate, Jakarta… tidak juga dikunjungi curah hujan. (Mungkin hanya daerah ini yang terlalu patuh terhadap takaran musim yang pernah kukenal di bangku sekolah dasar. Yea, harus menunggu Oktober tiba untuk menjadi sejuk!). Belum lagi jalan-jalan sempitnya yang disesaki pangkalan ojeg, kendaraan roda empat yg memaksa menembus demi mencuri waktu yang terbuang mengantri di jalan protokol… bikin suasana gang makin rusuh dan berdebu. Pondokan yang sempit tempat melarikan diri, tempat menjadi diri sendiri seutuhnya, tanpa campur tangan pihak luar.
This city I hate…. aku tidak melihatnya sebagai sebuah kota yang menjanjikan semua yang aku inginkan. Terlalu keras, terlalu tidak peduli… comberan bau, minta-minta pinggir jalan yang dengan sadar melakukannya laksana profesi (damn! how come?!), sampah kering dan basah buangan para penjaja makanan, debu, lagi-lagi debu yang mengabutkan pandangan, melapisi tiap jengkal kulit, memasuki lorong udara ke paru-paru.
Jakarta is not that beautiful, my friends…
… dan itu mampu melumpuhkan semangatku, kalau aku memilih untuk terlalu peduli.

Tetapi aku memutuskan untuk memikirkan hal lain saja.
Itu, insan yang bersembunyi di dunia kecil kamar sempit di tengahnya belantara Jakarta, …aku.
Sedang kerusuhan dengan pikiran-pikiran tentang kehidupan praktis yang tuntutannya segunung
Sedang rindu pada lautan, pasir pantai, makhluk-makhluk penghuni samudra yang warna-warni indahnya.
Aku pikir, apa yang absolut menjadi milikku hanyalah hidupku sahaja. Sesuatu yang bisa aku akui dan bisa aku kendalikan. Semua materi di luar sana hanya pendukung. Sedangkan orang lain, tidak akan pernah menjadi milikku… karena mereka memiliki kebebasannya sendiri. Jadi, kenapa harus ripuh-ripuh mengatur orang lain? LET IT BE…

I really wish… menjelang Ramadhan tahun ini, akan ada banyak waktu aku berpikir seperti ini… untuk aku menemukan jalan kembali kepada my-self-contentment yang tidak tergantung materi

Apa yang bisa buatku terus maju menjalani kehidupan?
Pencarian. Ya, pencarian, an endless ones… makna di balik semua peristiwa – fisik dan psikis. Aha! betapa menyenangkan mencerna semuanya di dalam sini, di benak, di hati. Dan jemari yang mengolah semuanya jadi kalam, bacaan,… mungkin tidak ditafsirkan dengan benar. Tapi aku melihat diriku bertumbuh, berkembang dari satu titik ke titik lain.
Entah, manusia seperti apa aku ini, menurutmu? Membingungkan mungkin? Terlalu filosofis? Ah, aku ga pernah bercita-cita jadi filsuf.

Ini semua pembacaanku sahaja tentang dunia, tentang hidup. Endless…. sampai tarikan nafas paling penghujung. Yea, hidup ini fana. Mortal.

Tiga puluh menit, lewat dari 00:00. Time to sleep…

*esok hari terang, dunia ini memerlukan keputusan-keputusan dan tindakan-tindakan praktikal. Enjoy it!*

tak mengapa dan apa… May 20, 2009

Posted by kembangbakung in poem.
add a comment

tak mengapa kurasa
menjadi jujur tak pernah salah

setiap doa pagiku
setiap dentingan itu mengalun
ada kenang-kenanganmu melintas
sungguh, i’m wishing you a good luck today…

di semesta yang luas
di tengah kota yang riuh dan ramai
sebentuk energi mungil yang lahir dari kemurnian rasa dan harap
melesat ke udara pagi
kecil mungkin bagimu hingga tak kasat
tapi ia ada

aku harap, ungkapan yang kerdil ini boleh menutupi sedikit celah yang belum juga sempurna di dalam sana
toh, di sekeliling orang-orang yang baik selalu ada banyak kebaikan
bukan untuk apa-apa

hanya demi kejujuran…

(today’s wrap-up) April 17, 2009

Posted by kembangbakung in poem.
add a comment

WAKTU BUKAN LAGI ARTI DIRI

DAN HAMPA MAKNA PERBUATAN

AKU INGIN MENJADI ALASAN UNTUKMU ADA

… DAN…

MENDAPATIMU SEMATA UJUNG TIAP HELA NAFAS