apa.aja · jurnal

Lagi Diet

Lagi apa? Lagi makan siang, Min.

Iya, ini foto menu makan siangku. (seporsi batagornya ga usah ditampilkan ya). Iya, udah banyak kan? Lagi ngurangin karbo dari nasi.

Entah, katanya, nasi mudah sekali bikin jarum timbangan geser kanan. Apalagi kalau temannya kuah santan, saus rendang,… ūüėč Apalagi, apalagi, dimakannya malam hari menjelang waktu tidur. Kesalahan yang dijustifikasi dengan waktu berpesta akhir tahun. Makannya pesta, olahraganya mandeg. Cucog.

Sementara diusahakan yang minimal ini, karena godaan cemilan lain-lain itu memang sungguh tak tertahankan. Sedangkan baju-baju sudah mulai terasa kurang luas. Penyelesaiannya ngga bisa dengan beli baju baru dengan ukuran tambah. Kebiasaan makan juga perlu diubah.

Tahun 2019 turun 5 kilo! ūüŹč

@30haribercerita
#30haribercerita
#30hbc1910
#30hbc19slr

apa.aja

Debut di 2017

Apa ya?

Sepertinya sudah lama ngga bikin tulisan resolusi di akhir tahun untuk target di tahun berikutnya. Bagaimana pun awal baru selalu memercikkan semangat baru kan ya…

Ini sekadar catatan saja. Kebetulan saya memulai tahun ini dengan kembali utuh sebagai keluarga karena suami telah menyelesaikan rotasi terakhirnya bekerja di lapangan. Yeay! Welcome back, Ayah. Yang kedua, saya langsung dapat jadwal Medical Check Up dari perusahaan. Dan sudah dapat hasilnya… Dan, memuaskan *selain catatan dokter dari tahun ke tahun yang selalu bilang saya overweight -__-. Lain-lainnya… kondisi yang dibaca dari komposisi darah dan urine semua dalam parameter normal. Alhamdulillah. Tapi sebelum keblinger karena sudah ngga menyusui, sekarang makan harus kembali teratur dengan menu yang sehat dong. Dan tentunya, kembali rutin berolahraga.

Bukan target jangka panjang. Semua untuk dilakukan dan dijalani hari ini, di sini.

apa.aja

Soap Opera

Siapa bilang gue keren dan ngga nonton sinetron? Haha (memangnya kalo nonton sinetron ngga keren?)

Gue keren sih, tapi juga nonton sinetron. Yasudalah.

Bahasa asalnya adalah ‘opera sabun’ terjemah dari soap opera. Kalau di Negara-Negara Latin sana, sebutannya telenovela. Sama saja dengan sinema elektronik (sinetron), umumnya berisi tentang konflik berkepanjangan, berlarut-larut, tak tahu kapan akan berujung. Hiyaaaa… emang gitu sih kenyataannya.

Disebut opera sabun karena, awalnya dulu, di tahun 1930-an, ketika drama televisi pertama dibuat dan siar, selalu ada selingan iklan sabun. Yang mana itu berarti adalah penyumbang dana produksi terbesar, alias sponsor iklan utama, di prime time.Kalau sekarang, iklannya ngga cuma iklan sabun. Malah lebih sering iklan sos*s atau kendaraan roda dua. Produsen berlomba-lomba pasang iklan di jam semua orang nongkrong depan tipi.

Lebih tepatnya, gue penonton soap opera sih. Bukan penonton sinetron.Tapi cukup tahu lah sinteron-sinteron yang hits saat ini.

Dulu, waktu saluran televisi hanya ada TVRI, gue nonton tuh serial Dynasty, dengan pemeran-pemeran wanitanya yang pake padding seperti pemain rugby.

Ketika akhirnya ketemu sama tivi burung rajawali, gue juga penonton setia Another World dan Sunset Beach. Mulai di tengah-tengah jalan ngga mengurangi keasyikan mengikuti jalan cerita. Tapi akhirnya gue lupa, apa ujung cerita dari kedua serial itu.

Sekarang, dengan teknologi TV cable yang mutakhir, rumah-rumah produksi tetap memakai resep ini untuk meraup keuntungan komersial. Bedanya, temanya sudah sangat bermacam-macam. Mulai dari drama perselinkuhan sampai zombie kawin lari. Hanya sinetron yang temanya masih meluluuuuu tentang konflik pelik keluarga kaya dan tokoh cantik yang teraniaya. Iyes.

Serial yang gue ikutin sekarang adalah Once Upon A Time. Udah tau dong, tentu saja karena latarnya adalah fairy tale popular dunia. Lucuk banget, Putri Salju bisa kongsian sama Red Riding Hood untuk melawan Hades. Di mana lagi bisa terjadi kalau ngga di sinteron?

Gue juga suka dengan Empire. Ceritanya tentang imperium black music yang didirikan Lucious Lyon dan keluarganya. Konflik keluarga musisi berlatar Afro-America, yang tentu saja menyebut kisah ketika mereka masih orang susah dan tinggal di lingkungan yang keras. Daya tariknya adalah di setiap seri selalu ada lagu-lagu hip hop yang seru. Tak kurang Alicia Keys pernah tampil sebagai bintang tamu. Ditemani raut tampan Jussie Smollet yang berperan sebagai Jamal Lyon, salah satu calon putera mahkota yang berbeda idealisme dengan ayahnya, dan kisah pun mengalir, belum kunjung kelihatan ujung perhentiannya. Kalau cerita sudah mau basi, tinggal insert bintang tamu (biasanya jadi monster yang hadir dari masa lalu).

Gue nonton lah sinetron. Tapi bukan yang jualan bubur.

 

empire-20

 

 

apa.aja

Gelitik

Aaarghh!!

Ini pasti sesuatu!

Entah kenapa hari ini rasanya begitu tergelitik dan menggebu-gebu. Padahal aku sedang tidak memikirkan apa-apa. Padahal selama ini ngga pernah jelas dan runut mau merencanakan sesuatu. Tiba tiba ini… comes out of the blue! Katanya, demikianlah hasrat bekerja.

Kepada yang jauh di Timur sana, kucolek ia untuk menjawab cetusan dari dalam benakku ini. Aku tahu, dia sebenarnya menyokong ide apapun yang pernah kulontarkan. Tetapi kami tahu, kami akan ketemu lagi dengan setan permodalan. Tetapi gelitik ini seperti tak mau pergi. Aku… harus melakukan sesuatu. Riset kecil-kecilan, mungkin…? Ada apa di kota kecilku ini? Apa yang bisa kusentuh dan kemudian seperti labu Upik Abu ia akan menjelma menjadi kereta kencana? Apa yang kelak akan meninggalkan kesan walaupun itu bukan sesuatu yang megah atau spektakuler?

Aku… membayangkan sebuah pojok yang mungil dan hangat, tempatku tenggelam dalam keasyikan ditemani secangkir teh hangat, pisang goreng; dan sekitarku sibuk ¬†riuh rendah karena perdebatan cerdik tentang ide-ide gila, sementara di sudut lain untuk berandai-andai tempat kata-kata bebas meluncur dan diterakan. Harusnya ada tempat perhentian seperti itu di sini… ketika tak seorang pun sempat berhenti untuk mengerti bahwa kerinduan itu selalu ada di dalam hati. Aku ingin menyediakan jawaban. Sebuah perhentian yang akrab.

Saat ini aku tengah berdoa… semoga disampaikan-Nya langkahku ke sana; dimampukan-Nya tangan dan kakiku berkarya… Amin.

apa.aja

Internet browser kantor barusan di-upgrade. Bisa log in normal lagi ke WordPress, yeay!
Kepengin rajin-rajin posting lagi. Soalnya kalau nunggu pulang ke Bogor pas weekend sudah ngga sempat blogging juga… karena jadwal sudah penuh dengan mengurus pindah rumah, bantu-bantu Mamah di rumah, dan mengurus suami. Ya kan? hehehe…
Log in di kantor tentunya kalau waktunya luang. Apalagi seperti sekarang nih, Monthly Closing baru berlalu, kegiatan penagihan invoice lagi reda… daripada bengong dan ngantuk mending menumpahkan luapan pemikiran di sini.

***

Kehamilan sedang memasuki bulan kelima. Gangguan perubahan hormonal yang kerasa sekarang adalah kulit yang jadi lebih sensitif. Pertamanya agak was-was juga karena kering dan iritasi di areola. Pas ke dokter, diagnosa pertamanya masih berkisar perubahan hormonal. Dulu pernah terserang bakteri/jamur di daerah lengan sih. Aku takutnya terjadi lagi. Tapi dokter meresepkan salep vaseline dulu untuk sementara. Ternyata memang berkurang dalam beberapa hari, plus, harus lebih rajin dan rapi memperhatikan kondisi tubuh. Jangan malas mandi, ganti pakaian kering, dan tidak iseng garuk-garuk… hehehe.

Gangguan terjadi juga di daerah pipi… kering, kulit terkelupas, agak pedih (karena jemari yang iseng!)… Akhirnya aku hentikan sementara pemakaian krim pelembab dan bedak berfoundation yang biasanya aku pakai.

Sebagai gantinya aku pakai baby oil untuk mengatasi semua sensasi kering dan gatal itu. Setelah searching di internet, katanya masih kurang pas juga memakai produk dari hidrokarbon. Harusnya pakai Lanolin, minyak alami dari bahan hewani (lemak domba). Ada PR deh untuk mencarinya.

***
Akhir pekan lalu menambah kemajuan lagi dengan menguras penampungan air di rumah baru, mengepel semua kamar, menggelontor drainase, dan belanja beberapa keperluan dengan voucher Ace Hardware hadiah pernikahan kami.

***

Update dari kondisi Oom kami yang terkena kanker, pada hari Minggu malam akhirnya beliau berpulang. Dari jatuhnya kondisi beliau semuanya berlangsung cepat. Semoga demikianlah yang terbaik.
.
.
.

keep-calm-and-do-that-homework