feature · life thought · lintas-kamis · shout

Survival Tips @ krl

Langsung aja. Berikut ini cara bertahan di Commuter Line, terutama di rush hours. Selain tips juga mengandung panduan Tata Krama.
Why? ‘Coz I’m sick of sesama penumpang yang too-selfish dan abai. Bukan karena apa-apa. Egois menurutku perlu sejauh “apa lo nempel-nempel di gue. Kenalan bukan, sodara bukan?!” – kita perlu mengamankan private teritory. Tapi kalau keadaan sudah tidak memungkinkan dan harus nempel, ya mbok tau-tau diri dikit. Kan sama-sama terdholimi…

1. Pertama bangettt… Jangan maksa naik ke gerbong yang sudah penuh. Pliiiissss…

2. Setiba di dalam gerbong, langsung!, cari tempat yang memungkinkan untuk berpegangan atau menempel ke badan gerbong (bukan badan orang lain). Kalau merasa perlu sekali berpegangan, mintalah baik-baik berbagi dengan penggelantung yang lain. Itu hak kita. Terutama nih kalau ketemu sama yang asik main game di gawai yang merasa ngga perlu pegangan.

3. Walaupun sudah berpegangan, stay steady tetapi fleksibel terhadap momentum. Jangan glendotan. Tangan kiri-kanan, kaki kiri-kanan bisa jadi tumpuan bobot bergantian. Maksudnya kalau sampai harus doyong jangan sampai parah, kasihan penumpang lain yang kerobohan kamu. Itu juga yang menurutku mereka yang ngga-pegangan harus banyak-banyak sungkan dan terima kasih sama yang pegangan. Bukannya malah cuek malah main game (hellooow!). Gerbong ini isinya pejuang (kehidupan) semua. Yang ngga mau berjuang tempatnya di luar sana. Jadi, marilah sama-sama. Tepa selira.

4. Kalau terpaksa banget ngga bisa pegangan, tas bawaanmu bisa jadi bandul untuk berdiri dengan steady lho, sama mantap dengan yang bisa meraih pegangan. Caranya pegang di bawah depan dengan kedua tangan dan berdiri dengan posisi kedua kaki berjarak.

5. Gunakan powerful words dengan baik dan tulus. Apa itu? “Maaf”, “permisi/tolong”, dan “Terima kasih”. … Apa mau dikata, bertahan di krl memerlukan ketahanan fisik tertentu. Berlatih, maka kau akan mencapai kesempurnaan. Kamu adalah pahlawan.

Nah, kalau ketemu sama yang kurang berdaya, berikan prioritasnya. Ditolongin, jangan dinyinyirin.

@30haribercerita

#30hbc1825
#30haribercerita
#tips #bertahandikrl #krl #krlq
#survival #survivalofthefittest
#30hbc18slr
#possiblehero

ceritakeluarga · parenting · shout

closing break – jun16

beratnya hari Senin ketika bertepatan dengan jadwal Tutup Buku Tengah Tahun yang dipercepat karena akan berkejaran dengan jadwal cuti panjang Lebaran -___-‘

Di tengah penat tengok-tengok video anak sejenak, untuk bikin rileks pikiran. Tapi jadi pengen cepet pulang… huhu. Di rumah pasti semua kegiatan dan perhatian terpusat ke dirinya, apalagi dengan perkembangan kebisaannya yang terus bertambah dari hari ke hari. Selalu membuat haru dan bahagia

I miss you, Rinjani… Maafkan ibuk, malam ini pulang telat ya. Insya Allah kita ketemu esok subuh.

life thought · reminder · shout · way-to-iman

ghibah & pemikiran-pemikiran lain dalam Ramadhan tahun ini

ko lagi banyak yang mengulas topik ini? mungkin karena memang paling mudah diperbuat dan karena semacam dosa bersama jadi orang ngga takut-takut untuk “sekali-sekali” melakukannya…

Gue mau bicara dari sisi lain aja… dari pengalaman dan pemikiran sendiri…

Mungkin kita akan dengan mudahnya terperosok dalam keadaan, ketika teman-teman, klik kita, memulai topik obrolan tentang orang lain. Tahu sih kalau itu ngga disukai agama tapi sering kali ditepis dengan ” sekali-sekali” tak apa… Yang tadinya berdiam lalu mulai menunjukkan rasa tertarik, ikut berekspresi (ketawa, kaget, ngeri… tapi tetep ngga komen), sampai akhirnya urun menimpali (yang kemudian cenderung dibumbu-bumbui). Bahkan kemudian menjadi riya, senang kalau menjadi pusat perhatian dengan menjadi pengkhabar pertama dan mendominasi percakapan. Ghibah itu dosa manusiawi, artinya siapa pun yang hidup pasti pernah terjerumus ke arahnya.

Susah kalau mau ngomongin dosa dan ganjaran. Apalagi kita selalu merasa aman-aman saja, merasa bahwa Hari Pembalasan itu belum akan datang dalam satu jam ke depan. Tapi gue pernah lho merasa tertampar akibat ikut membicarakan tentang seseorang bersama teman-teman se-gang. Bukan karena orang yang dibicarakan itu langsung melabrak kami. Tamparan itu malah terjadi di tempat dan  kesempatan lain  yaitu ketika selesai shalat jama’ah dan gue menyadari bahwa “si orang lain” itu telah menjadi imam dalam sesi jama’ah barusan. Orang yang tak langsung bersalah kepadaku tapi malah menjadi bulan-bulanan dalam sebuah sesi rumpi tengah hari. Orang yang dicerca dan dinista sehingga kita enggan meliriknya… dia malah mengimamiku shalat! Lalu, apa hukum dari shalat yang gue lakukan tapi dipimpin oleh orang yang tidak gue percayai? Sah atau engga? Astaghfirullah…

Makanya bro sis… Sebisanya.. jauhi aja deh ghibah-mengghibah…

_*_*_

Datang ke majelis dakwah itu setidak-tidaknya membantu mengingatkan kita untuk menghentikan kesalahan yang berulang kita lakukan.

_*_*_

Seandainya Allah tak bermurah hati menutupkan aib kita, niscaya kita akan mati karena malu atas segala kehinaan diri sendiri.

_*_*_

Apakah keluh akan memberikan hasil? Panjang dan beratnya perjuangan harian kita sebenarnya adalah ladang amal (karena rejeki sudah ada jaminannya). Maka semoga jauhnya langkah ini membawakan kita peluang-peluang menambah kemanfaatan di dunia dan utamanya untuk bekal akhirat nanti. Menambahkan tabungan amal, dan bukan memperpanjang daftar dosa. Na’udzubillah.

 

*Catatan hari ke-15 Ramadhan

feature · life thought · shout

Perempuan Hari Ini

Surat kepada Kartini

……

Kalau kamu bisa ada di sini hari ini, aku ingin tahu perasaan dan isi pikiranmu, Tin.

Perempuan sekarang hebat. Mereka bersekolah sampai jauh. Walaupun di beberapa daerah terpencil masih susah untuk mendapatkan buku dan guru. Mereka, wanita yang sudah dewasa, pergi bekerja di pagi hari (beberapa di sore dan malam hari). Sama seperti laki-laki. Mereka boleh pilih bidang kerja apa yang mereka mau dan bisa. Ini demi prestasinya sendiri atau karena ingin membantu suami dan perekonomian rumah tangga. Beberapa perempuan juga bisa memilih untuk tinggal di rumah dan mengurus keluarga. Setidaknya, hari ini, sudah jarang perempuan dipaksa untuk kawin dan jadi perhiasan sangkar madu.

Masih ada sih perempuan yang tidak bebas, mereka terpaksa bekerja kasar demi sesuap nasi, bahkan jadi pekerja seks komersial. Kehidupan di masamu atau pun sekarang tetap punya tantangan-tantangan tersendiri.

Tin… Perempuan sekarang pemberani dan punya kekuatan. Mereka beradu lari sama kencang dengan laki-laki. Mereka pergi ke gunung-gunung tinggi bersalju, menyelam jauh ke dalam lautan, menguji batas kekuatan dan kemauan. Mereka berpacu di sirkuit dan pacuan di negeri sendiri atau di manca negara hingga mengharumkan nama bangsa.

Tapi ada cerita yang menyedihkan juga… Perempuan sekarang mungkin sudah kurang dalam hal tata krama dan empati. Mereka lebih mengandalkan otot dan hati yang membatu. Mereka bebas berpakaian, seperti rekan sekaum di negeri Barat sana, sampai-sampai memperlihatkan bagian tubuh yang mudah mengundang syahwat. Batas gaunnya naik tinggi di atas lutut. Lalu, mereka duduk ngangkang membonceng yang bukan muhrimnya. Mereka lupa, naluri dasar laki-laki tidak banyak berubah sejak jaman purba.

Lain lagi cerita di dalam gerbong kereta Khusus Wanita. Gerbong yang juga hasil perjuangan feminis kaum perempuan sekarang (Apakah kamu menamai gerakanmu sebagai “feminis” juga?). Ruangan sesempit itu dijadikan arena pertarungan ala gladiator dengan hukum rimba. Siapa cepat, siapa kuat, siapa lebih bernyali, dia yang bisa menekan kaum yang lemah. Sikut-menyikut, mata menyorot tajam, dan desis umpatan yang keji. Ibu-ibu renta mereka biarkan terombang-ambing berdesakan. Seorang anak kecil mereka biarkan kehabisan udara. “Jangan naik kereta kalau ga mau susah!”, begitu desis mereka. Astaghfirullah. Tak ada lagi ucap “maaf”, “permisi”, apalagi “terima kasih” yang penuh rendah hati.

Aku sungguh ingin tahu, apakah ini masa depan perempuan yang kamu harapkan? Apakah kekuatan seperti itu yang kau angan-angankan dulu?

……

 

sk

ceritakeluarga · ini.aku · shout

Ibuk Jangan Galau

Ibuk jangan galau. Jangan galau. Jangan galau. Jangan galau. Jangan galau. Jangan galau. Jangan galau. Jangan galau. Jangan galau. Jangan galau. Jangan galau. Jangan galau. Jangan galau. Jangan galau. Jangan galau. Jangan galau. Jangan galau. Jangan galau. Jangan galau. Kalau Baby maunya lelap digendong Mbak, bukan berarti dia lebih sayang Mbak. Ibuk tetap ibunya. Ibuk ga usah galau. Jangan galau. Jangan galau. Jangan galau. Jangan galau. Jangan galau. Jangan galau. Jangan galau. Jangan galau. Jangan galau. Jangan galau. Jangan galau. Jangan galau. Jangan galau. Jangan galau. Jangan galau. Jangan galau. Jangan galau. Jangan galau. Jangan galau. Jangan galau. Jangan galau.

Capek itu sebagian dari kehidupan.