babytalk · ceritarinjani · life thought · parenting

Growing…

Hadeuh Dek…

Umurmu udah 4 tahun 5 bulan sekarang. Udah semakin gede. Sekarang maunya dipanggil ‘kakak’. Dan siap mau sekolah. Insyaallah.

Udah semakin percaya diri di pergaulan. Punya teman-teman di lingkungan rumah, kamu belajar macam-macam hal, berkawan, berseteru, berargumen… Tapi tetap mau jadi diri sendiri.

Mulai punya banyak kilah dan jawaban. Manja karena masih tetap anak tunggal yang tahunya apa yang diingin harus kejadian. Modal air mata dan rengekan, kalau bukan keras mau. Ini lho yang jadi Pe-eR.

Jadi, maklumilah ibu… Sekarang ibu harus ajari kepatuhan. Sekarang ibu mau kamu tahu, tak ada tempat kembali bertanya selain aku yang melahirkanmu. Orang yang harus kamu dengarkan. Ibu harus ajarimu untuk tidak manja dan maunya-tau-beres. Maklumi ibu, karena harus tegas dan lurus. Aku tidak ingin kamu bimbang tak punya pegangan. Aku tidak ingin kau hidup dengan berharap pada keberuntungan dan kasihan orang lain. Kau harus jadi anak yang sigap menentukan langkah sendiri. Jadi anak yang faham memilah baik dan buruk mandiri.

Tak ada orang yang mengharapkan kebaikan sehabis-habisnya seperti yang kulakukan padamu. Aku sangat menyayangimu. Sangat. Tetapi aku tak kan biarkan kau larut dalam lena.

Kita belajar arif bersama ya…

babytalk · ceritarinjani · toddler-time

Mules

Memperhatikan perkembangan Rinjani yang tengah belajar mengekspresikan apa yang dirasanya… Ini salah satu kisah lucu. Kali ini karena perut mules pengen poop.

Alhamdulillah sejak umur 1 tahun setengah dia sudah poop di toilet, tanpa proses training yang lama. Sejak itu dia bisa bilang ke aku atau ke Si Mbak “mau eek…”, kalau perutnya mulas. Segitu aja saya sudah seneng melihat perkembangan kemampuannya. Lalu menikmati saat-saat di toilet memperhatikan ekspresinya yang lucu ketika mengejan (hahaa…) dan sesudahnya di berkicau-kicau sendiri “anak pintel ya bu… ngga pa pa…”. Ritual ke toilet ini cukup makan waktu juga karena memastikan dia sudah unloading semua muatan sembari memberi dia waktu bermain-main dengan gayung dan bebek karetnya.

Sekali waktu pernah ketika Si mbak tengah menyelesaikan shalatnya tetiba ia menghampiri dengan gopoh-gopoh dan muka jelek menahan perut mulas. Cemas karena Si Mbak terlihat belum kunjung usai lalu dia berkata “Mbak… cepet Mbak, perut Dede kenceng… mau eek” — maksud dia perutnya mulas dan, sepertinya, panggilan sudah mendesak. Kontan kami tergelak dibuatnya.

babytalk · ceritakeluarga · ceritarinjani · parenting

“Tunggu Ibu datang…”

My little baby, now she’s 22 months old 🙂

Kebisaan barunya adalah ngoceh dengan lebih terstruktur. Sudah bisa merangkai kalimat, seperti “nenen dulu yaah…”, “jangan nangis.. . no, no…”

Masih aja aku takjub dengan perkembangan-perkembangannya. Dan ternyata di tahap ini jauh lebih menyenangkan karena anak usia 20 ke atas itu udah ngga terlalu delicate. Sudah bisa jalan dan main sendiri. Rinjani bahkan ngotot pengen makan sendiri. Tetapi masih tetap pas digendong-gendong.

Soal makan sendiri, Rinjani udah ngga mau bayi-bayian. Dia bahkan tau dan lebih suka kalau dipakaikan peralatan makan anak gede, mangkuk atau piring melamine bergambar ‘kombob’ – Sponge Bob, dalam pembahasaan dia. Etapi dia belum aku kasih nonton makhluk spons kuning itu lho ya. Never, perhaps.

Semakin mengerti pula ia kalau aku dan ayahnya harus ngga ada di rumah karena bekerja. Di senja hari, kalau sudah waktunya aku pulang tapi belum muncul, kata Aki, dia nongkrong di lorong ke pintu keluar. Kalau ditanya ngapain, dia akan jawab “Tunggu ibu datang…”

2016-08-21-08-58-49